NewsDaerahSosial Budaya

RLH ke-51 Lazis Muadz: Dari Infak Muslim Inggris, Hadir Rumah Baru untuk Nenek Ondeng

40
×

RLH ke-51 Lazis Muadz: Dari Infak Muslim Inggris, Hadir Rumah Baru untuk Nenek Ondeng

Share this article

TERAMEDIA.ID, KONAWE SELATAN— Ribuan kilometer bukanlah jarak bagi sebuah kepedulian. Infak yang dikumpulkan kaum Muslimin di Inggris melalui Aid For Ummah Inggris akhirnya sampai di sebuah desa di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan menjelma menjadi sebuah rumah bagi Nenek Ondeng dan putranya, Sudi.

Sabtu (23 Safar 1448 H / 8 Agustus 2026 ), Lazis Muadz meresmikan Rumah Layak Huni (RLH) ke-51 di Desa Torobullu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan. Rumah sederhana itu menjadi babak baru bagi Nenek Ondeng, seorang janda yang selama bertahun-tahun tinggal bersama putranya di rumah panggung tua dengan kayu yang mulai lapuk.

Namun, persoalan Nenek Ondeng bukan hanya tentang rumah yang semakin tua.

Putranya, Sudi, yang telah berusia sekitar 30-an tahun, mengalami kebutaan, tuli dan keterbelakangan mental. Kondisi tersebut membuat Sudi sangat membutuhkan perhatian dan pendampingan ibunya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dalam sebuah wawancara, Nenek Ondeng mengungkapkan kegelisahan yang selama ini dipendamnya.

“Saya berdoa kepada Allah agar anak saya lebih duluan meninggal karena siapa yang akan merawat anak saya sepeninggal saya?”

Kalimat itu memperlihatkan kegelisahan seorang ibu yang memikirkan masa depan anaknya jauh melampaui dirinya sendiri. Kekhawatiran terbesar Nenek Ondeng bukan sekadar bagaimana menjalani hari ini, tetapi siapa yang akan menjaga Sudi ketika suatu saat ia tidak lagi mampu mendampinginya.

Karena itu, rumah yang dibangun untuk keduanya dirancang dengan mempertimbangkan kondisi Sudi. Selain satu kamar tidur, satu kamar mandi, ruang tamu, dan dapur, rumah tersebut memiliki teras yang cukup luas dengan setengah dinding.

Ruang terbuka itu diharapkan memberikan kesempatan kepada Sudi untuk mendapatkan sinar matahari pagi tanpa harus jauh dari rumah. Konsep tersebut menjadi salah satu pembeda RLH Nenek Ondeng dengan pembangunan rumah layak huni sebelumnya.

Peresmian dihadiri Kepala Desa Torobullu Nilham, S.Pd. beserta perangkat desa, Babinsa Torobullu, Kapolsek Kecamatan Laeya, jajaran Lazis Muadz, serta warga sekitar. Setelah prosesi peresmian, para tamu bersama warga berkesempatan melihat langsung bagian dalam rumah.

Pembina Lazis Muadz, Ustadz Zezen Zaenal Mursalin, Lc., menyampaikan rasa syukur atas kepedulian kaum Muslimin dari Inggris.

“Siapa yang menyangka Nenek Ondeng akan mendapatkan bantuan rumah dengan biayanya yang diberikan saudara-saudara kita dari Inggris. Ini menandakan bahwa Muslim itu satu dan peduli pada sesama tanpa mengenal batas wilayah,” ujarnya.

Kepala Desa Torobullu, Nilham, S.Pd., turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada warganya. Ia berharap rumah tersebut memberikan manfaat bagi Nenek Ondeng dan Sudi serta menjadi kebaikan bagi semua pihak yang terlibat.

Sementara itu, Ketua Lazis Muadz Anwar Djunaede,S.Pd menyampaikan doa khusus bagi para donatur yang telah mengambil bagian dalam pembangunan rumah tersebut.

“Semoga Allah membalas kebaikan saudara-saudara Muslim kita di Inggris dengan sebaik-baik balasan, menerima setiap infak yang mereka keluarkan sebagai amal saleh, melipatgandakan pahalanya, memberkahi rezeki dan keluarga mereka, serta menjadikan bantuan ini sebagai amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” kata Anwar Djunaedi.

Kisah RLH ke-51 ini menunjukkan bahwa sebuah pemberian yang mungkin sederhana bagi sebagian orang dapat memiliki arti yang sangat besar bagi penerimanya(AD)