NewsMetro

Sultra Maimo 2026 Jadi Panggung UMKM Naik Kelas, Wali Kota Kendari Dorong Ekonomi Lokal Tembus Pasar Global

33
×

Sultra Maimo 2026 Jadi Panggung UMKM Naik Kelas, Wali Kota Kendari Dorong Ekonomi Lokal Tembus Pasar Global

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI, – Pemerintah Kota Kendari bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), dan pelaku perbankan terus memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan UMKM, digitalisasi, dan perluasan akses pasar. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembukaan Sultra Maimo (UMKM, Digital, Inklusif dan Berdaya Saing) 2026 yang dirangkaikan dengan FinSpora (Finance, Sport and Art) 2026 di The Park Mall Kendari, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga 9 Agustus ini menjadi wadah promosi produk lokal, edukasi keuangan, digitalisasi transaksi, hingga pengembangan kreativitas insan industri jasa keuangan. Tidak hanya menghadirkan pameran UMKM dan kuliner, Sultra Maimo juga diramaikan dengan berbagai kompetisi olahraga, seni, business matching, investasi, hingga edukasi ekonomi digital.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menilai kepercayaan Bank Indonesia menjadikan Kota Kendari sebagai tuan rumah merupakan peluang besar untuk memperkenalkan potensi ekonomi Sulawesi Tenggara kepada pasar yang lebih luas.

Menurutnya, kolaborasi yang terbangun antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, OJK, perbankan, dan pelaku usaha menjadi modal penting dalam memperkuat daya saing ekonomi daerah.

“Bank Indonesia merupakan salah satu mitra yang paling konsisten mendampingi Pemerintah Kota Kendari dalam pemberdayaan UMKM. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bagaimana sinergi seluruh pihak mampu membuka ruang promosi yang lebih besar bagi produk-produk lokal,” ujar Siska.

Ia mengungkapkan, sebanyak 50 pelaku UMKM ambil bagian dalam pameran tersebut, terdiri dari 30 UMKM lokal Kota Kendari dan 20 UMKM dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran peserta dari luar daerah dinilai menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

Selain sektor UMKM, Sultra Maimo juga mengangkat isu ekonomi sirkular melalui edukasi pengelolaan sampah plastik yang memiliki nilai ekonomi. Menurut Siska, pembangunan ekonomi tidak hanya berbicara mengenai peningkatan transaksi, tetapi juga harus memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk lebih mencintai produk lokal dengan menjadikan setiap pembelian sebagai bentuk investasi bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“UMKM yang maju akan menggerakkan ekonomi daerah. Ketika ekonomi tumbuh, kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat. Karena itu mari kita bersama-sama membeli dan menggunakan produk UMKM lokal,” katanya.

Siska optimistis kegiatan berskala regional seperti Sultra Maimo mampu memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), meningkatkan kunjungan masyarakat, serta menggerakkan sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata di Kota Kendari.

Bahkan, ia membuka peluang agar produk-produk UMKM Sulawesi Tenggara dapat dipromosikan ke pasar internasional melalui kerja sama Pemerintah Kota Kendari dengan Kota Yiwu, Tiongkok. Menurutnya, momentum tersebut dapat dimanfaatkan karena Kota Kendari akan mengikuti agenda Mayors Academy serta pameran UMKM internasional di Yiwu pada Oktober mendatang.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, menjelaskan Sultra Maimo dibangun atas tiga tujuan utama, yakni memajukan UMKM, mempercepat digitalisasi transaksi, serta memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Ia mengajak masyarakat memanfaatkan sistem pembayaran digital seperti QRIS saat berbelanja selama pelaksanaan festival sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan dan mempercepat transformasi digital.

“Kami ingin UMKM Sulawesi Tenggara tidak hanya berkembang di pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Karena itu kami menghadirkan pelaku usaha dari berbagai daerah agar terjadi pertukaran pengalaman sekaligus membuka peluang pasar baru,” ujarnya.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, menambahkan keberhasilan penyelenggaraan Sultra Maimo dan FinSpora menunjukkan kuatnya sinergi antarlembaga di sektor jasa keuangan.

Menurutnya, semangat kolaborasi tersebut harus terus dijaga agar mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara, khususnya Kota Kendari.

Di sisi lain, Ketua Panitia FinSpora 2026, Andi Muhammad Yusuf, mengatakan rangkaian kegiatan mengusung tema “Sportif, Kreatif, dan Solid”. Selain mempererat hubungan antarlembaga jasa keuangan, FinSpora juga menjadi ruang pengembangan bakat melalui tujuh cabang olahraga, lomba seni, fun run, e-sport, hingga berbagai kompetisi yang akan berlangsung sampai 9 Agustus 2026 dalam rangka menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Melalui kolaborasi tersebut, Sultra Maimo 2026 diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya UMKM yang semakin adaptif terhadap digitalisasi, memiliki daya saing tinggi, serta mampu memperluas pasar hingga tingkat global, sekaligus memperkuat posisi Kota Kendari sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tenggara.(SM)