MetroNews

Perumda Pasar Kendari Mulai Bangkit, Dividen 100 Persen Dibayarkan ke Pemkot

22
×

Perumda Pasar Kendari Mulai Bangkit, Dividen 100 Persen Dibayarkan ke Pemkot

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI, – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Kendari mulai menunjukkan tren positif di bawah kepemimpinan Direktur Utama Asnar. Dalam waktu sekitar lima bulan memimpin, Perumda Pasar tidak hanya berhasil mengembalikan kewajiban dividen kepada Pemerintah Kota Kendari, tetapi juga melakukan pembenahan tata kelola pasar, termasuk menghapus praktik jual beli kios di pasar milik pemerintah.

Asnar menegaskan, seluruh kios di pasar yang dikelola Perumda kini dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa harus membeli hak kepemilikannya. Calon pedagang hanya diwajibkan memenuhi administrasi dan membayar iuran resmi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau ada masyarakat yang ingin berdagang, silakan datang ke pengelola pasar. Tidak ada lagi istilah membeli kios. Yang ada hanya pembayaran iuran resmi sesuai operasional pasar. Kami ingin pengelolaan pasar lebih transparan dan memberi kesempatan yang sama bagi seluruh pedagang,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut diterapkan di Pasar Basah Mandonga maupun pasar-pasar lain yang berada di bawah pengelolaan Perumda Pasar Kota Kendari. Langkah itu diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan yang lebih tertib sekaligus menghilangkan praktik-praktik yang selama ini membebani pedagang.

Selain membenahi tata kelola pasar, Perumda Pasar juga berhasil mencatat capaian penting dari sisi kinerja keuangan. Asnar mengungkapkan, pada 2025 pihaknya berhasil membayarkan dividen kepada Pemerintah Kota Kendari secara penuh setelah sebelumnya kewajiban tersebut bertahun-tahun hanya tercatat dalam laporan keuangan tanpa realisasi pembayaran.

“Alhamdulillah tahun 2025 kami sudah membayar dividen 100 persen kepada pemerintah. Bahkan kami juga mulai melunasi tunggakan dividen sebelumnya. Selama ini dividen hanya tercatat di neraca, tetapi tidak ada arus kas. Sekarang itu sudah kami realisasikan,” katanya.

Ia menjelaskan, pembayaran dividen dilakukan setelah proses audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP). Capaian tersebut menjadi indikator mulai membaiknya kondisi keuangan perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusi Perumda terhadap pendapatan daerah.

Asnar juga mengungkapkan, saat pertama kali menjabat, kondisi internal perusahaan masih menghadapi berbagai persoalan, termasuk keterlambatan pembayaran gaji pegawai. Namun persoalan tersebut berhasil diselesaikan sehingga pembayaran gaji kini kembali berjalan normal.

Sumber pendapatan terbesar Perumda Pasar saat ini berasal dari Pasar Baruga melalui retribusi pelayanan pasar dan parkir. Sementara Pasar Basah Mandonga juga mengalami peningkatan pendapatan yang cukup signifikan.

“Pendapatan Pasar Basah Mandonga naik sekitar 240 persen. Ini menunjukkan pembenahan yang kami lakukan mulai memberikan hasil,” ungkapnya.

Meski demikian, Asnar mengakui tantangan pengelolaan pasar tradisional ke depan tidak ringan. Perubahan pola belanja masyarakat yang beralih ke platform digital menjadi salah satu faktor yang memengaruhi aktivitas perdagangan di pasar.

“Kondisi ekonomi juga masih stagnan. Sekarang masyarakat banyak berbelanja secara online sehingga pasar tradisional menghadapi tantangan baru. Target kami saat ini adalah mempertahankan kondisi yang sudah baik sambil terus meningkatkan kualitas pelayanan,” jelasnya.

Ia juga berharap para pedagang yang masih berjualan di kawasan pasar liar dapat berpindah ke pasar resmi agar aktivitas perdagangan lebih tertata sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Di sisi lain, pengelolaan operasional pasar kini juga semakin efisien. Seluruh biaya operasional seperti listrik, kebersihan, dan layanan pasar telah dikelola secara mandiri oleh Perumda Pasar tanpa lagi bergantung pada subsidi pemerintah.

“Pembayaran operasional sekarang jauh lebih tertib dan efisien. Pengelolaan yang profesional menjadi kunci agar Perumda Pasar terus berkembang dan memberikan manfaat, baik bagi pedagang maupun Pemerintah Kota Kendari,” tutup Asnar.(SM)