NewsMetro

Bapenda Kendari Catat PAD Capai Rp138 Miliar, Optimalisasi Penagihan Piutang Jadi Fokus Semester II

49
×

Bapenda Kendari Catat PAD Capai Rp138 Miliar, Optimalisasi Penagihan Piutang Jadi Fokus Semester II

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI, – Pemerintah Kota Kendari terus menggenjot realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada semester kedua tahun 2026. Hingga 2 Juli 2026, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kendari mencatat penerimaan daerah telah mencapai Rp138.066.402.011 atau sekitar 42,16 persen dari target PAD tahun ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapenda Kota Kendari, Rudi Agus Ariyadi Lakebo, mengatakan capaian tersebut menjadi modal yang cukup baik untuk mengejar target pendapatan daerah yang ditetapkan sebesar sekitar Rp327 miliar hingga akhir tahun.

Meski demikian, menurutnya, masih dibutuhkan berbagai langkah strategis agar target tersebut dapat tercapai secara optimal. Salah satu fokus utama Bapenda adalah meningkatkan efektivitas kinerja pemungutan pajak sekaligus mempercepat penagihan piutang pajak yang masih tertunggak sejak tahun 2025.

“Hingga 2 Juli 2026, realisasi pendapatan di Bapenda mencapai Rp138.066.402.011 atau 42,16 persen. Kami akan terus melakukan optimalisasi pendapatan melalui kerja-kerja yang lebih efektif dan efisien, termasuk melakukan penagihan terhadap piutang-piutang yang masih tertunggak pada tahun sebelumnya,” ujar Rudi.

Ia optimistis, dengan berbagai strategi yang telah disiapkan, realisasi PAD Kota Kendari dapat terus meningkat hingga mendekati target pada akhir tahun anggaran.

“Harapan kami, target pendapatan tahun 2026 sekitar Rp327 miliar dapat tercapai. Paling tidak realisasinya bisa berada di kisaran 100 persen apabila seluruh potensi pendapatan dapat dimaksimalkan,” katanya.

Rudi menjelaskan, berdasarkan tren penerimaan daerah, penyumbang terbesar PAD Kota Kendari masih berasal dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT). Kontribusi terbesar berasal dari sektor restoran, rumah makan, warung makan, hotel, serta usaha hiburan yang terus menunjukkan pertumbuhan seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di Kota Kendari.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa, sumber-sumber pendapatan lainnya juga memiliki peran penting dalam menopang penerimaan daerah. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pajak reklame, hingga berbagai jenis pajak daerah lainnya terus dioptimalkan agar mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD.

“Kalau melihat tren saat ini, memang yang paling besar berasal dari PBJT, terutama restoran, rumah makan, warung makan, hotel, dan hiburan. Namun mata pajak lainnya juga tetap memberikan dukungan, seperti PBB, BPHTB, reklame, serta pajak-pajak daerah lainnya,” jelasnya.

Menurut Rudi, peningkatan PAD merupakan salah satu instrumen penting dalam memperkuat kapasitas fiskal Pemerintah Kota Kendari. Semakin besar pendapatan yang berhasil dihimpun, semakin luas pula ruang fiskal pemerintah untuk membiayai pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjalankan berbagai program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, Bapenda akan terus memperkuat pengawasan, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, serta mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan daerah melalui pendekatan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga tren positif penerimaan daerah sekaligus mendukung percepatan pembangunan Kota Kendari secara berkelanjutan.(SM)