NewsMetro

Sentuhan Haru di Balai Kota, Wali Kota Kendari Serahkan Bayi Fatimah ke Orang Tua Asuh

21
×

Sentuhan Haru di Balai Kota, Wali Kota Kendari Serahkan Bayi Fatimah ke Orang Tua Asuh

Share this article

TERAMEDIA.ID,KENDARI – Momen penuh haru dan makna tersaji di Ruang Rapat Wali Kota Kendari, Jumat (17/4/2026), saat Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, secara resmi menyerahkan bayi perempuan, Ananda Fatimah Nur Cahaya, kepada pasangan Laode Sadi dan Harita La Sae sebagai orang tua asuh sementara.

Penyerahan ini menjadi simbol kehadiran negara dalam memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan dan kehidupan yang layak, terutama bagi anak-anak yang berada dalam kondisi rentan. Di hadapan jajaran pemerintah dan pihak terkait, Wali Kota menegaskan bahwa proses penetapan orang tua asuh dilakukan secara ketat dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Hari ini kita menyaksikan momen yang penuh makna. Penyerahan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari tanggung jawab kita untuk memastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, penuh kasih, dan terjamin masa depannya,” ujar Siska.

Ia menekankan bahwa penunjukan orang tua asuh tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui proses asesmen yang melibatkan Dinas Sosial Kota Kendari. Proses tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pengasuhan Anak.

“Ini bukan karena kedekatan atau faktor lainnya. Semua melalui mekanisme yang transparan dan profesional, dengan tujuan utama kepentingan terbaik bagi anak,” tegasnya.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa peran orang tua asuh bukan hanya sekadar merawat, tetapi juga memastikan anak mendapatkan hak-haknya secara utuh, mulai dari kasih sayang, pendidikan, hingga kesehatan. Pemerintah, lanjutnya, akan terus melakukan pengawasan terhadap proses pengasuhan tersebut.

Sementara itu, Laode Sadi, mewakili keluarga, mengaku momen tersebut menjadi kebahagiaan yang tidak ternilai. Ia menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah.

“Ini momen yang sangat emosional bagi kami. Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kota Kendari dan semua pihak yang telah memfasilitasi hingga akhirnya kami bisa mengasuh Ananda Fatimah,” ujarnya.

Ia memastikan akan menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab dan kasih sayang, sebagaimana memperlakukan anak kandung sendiri.

Di sisi lain, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Kendari, Husni Mubarak, menjelaskan bahwa Fatimah merupakan bayi terlantar yang sebelumnya mendapatkan penanganan intensif sejak ditemukan.

Ia mengungkapkan, bayi tersebut sempat menjalani perawatan selama sekitar 14 hari di Rumah Sakit Bhayangkara sebelum dirujuk ke RS PMCC untuk perawatan lanjutan hingga dinyatakan sehat. Selanjutnya, Fatimah dititipkan di Sentra Meohai sambil menunggu proses penetapan pengasuhan.

“Penetapan ini bersifat sementara karena proses hukum untuk pengangkatan anak dilakukan melalui sidang yang hanya dilaksanakan pada periode tertentu dalam setahun. Sambil menunggu proses tersebut, anak perlu mendapatkan pengasuhan dalam lingkungan keluarga agar terbentuk ikatan emosional,” jelasnya.

Saat ini, Fatimah diketahui telah berusia sekitar delapan bulan. Pemerintah memastikan seluruh proses pengasuhan akan terus dikawal hingga mendapatkan kepastian hukum tetap.

Penyerahan ini menjadi pengingat bahwa di balik kebijakan dan prosedur, ada sisi kemanusiaan yang harus terus dijaga. Bagi Fatimah, hari itu bukan sekadar perpindahan pengasuhan, melainkan awal dari harapan baru untuk tumbuh dalam kasih sayang keluarga.(SM)