NewsMetro

Dari Industri ke Layanan Dasar, Kudus dan Kendari Tukar Strategi Dorong Kualitas Hidup

387
×

Dari Industri ke Layanan Dasar, Kudus dan Kendari Tukar Strategi Dorong Kualitas Hidup

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI — Upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat mendorong Pemerintah Kabupaten Kudus menempuh cara berbeda: belajar langsung ke daerah lain. Kunjungan yang dipimpin Bupati Sam’ani Intakoris bersama jajaran kepala OPD berlangsung di ruang rapat Wali Kota Kendari, Selasa (14/4/2026), dengan fokus pada strategi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sam’ani secara terbuka mengapresiasi perkembangan Kota Kendari yang dinilai menunjukkan kemajuan pesat. Ia bahkan menyebut indikator kemajuan bisa terlihat dari geliat ekonomi dan kehadiran investasi di daerah.

“Indikator saya sederhana saja, ketika pusat-pusat usaha mulai hadir, itu menandakan daerah tersebut berkembang. Kota Kendari ini sudah menunjukkan kemajuan yang nyata,” ujarnya.

Ia kemudian memaparkan pengalaman Kabupaten Kudus yang bertumpu pada kekuatan industri besar seperti Djarum, Sukun, dan Pura Group sebagai motor penggerak ekonomi. Menurutnya, sektor tersebut tidak hanya menyerap sekitar 125 ribu tenaga kerja—didominasi perempuan—tetapi juga menjadi sumber kekuatan pembangunan melalui program CSR.

“Setiap tahun ada sekitar 400 rumah layak huni dibangun dari dukungan perusahaan. Belum lagi beasiswa, penghijauan, hingga dukungan di sektor olahraga,” jelasnya.

Ia juga menyoroti besarnya Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang menjadi penopang fiskal daerah. Dengan kekuatan itu, Kudus mampu mencatatkan PDRB tinggi di Jawa Tengah, meski di sisi lain masih menghadapi tantangan kesenjangan ekonomi.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, memaparkan pendekatan berbeda yang ditempuh pemerintahannya. Fokus utama diarahkan pada penguatan layanan dasar, khususnya pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi IPM.

Di sektor pendidikan, Kota Kendari saat ini memiliki 429 satuan pendidikan dengan total sekitar 15.289 siswa, termasuk 8.800 anak usia PAUD. Pemerintah juga aktif mendorong peningkatan partisipasi sekolah sejak dini, sekaligus mengintegrasikan teknologi pembelajaran melalui program digitalisasi.

“Pendidikan menjadi prioritas kami, mulai dari akses hingga kualitas. Kami pastikan anak-anak mendapatkan layanan yang memadai sejak usia dini,” kata Siska.

Pada sektor kesehatan, capaian Kendari menunjukkan tren positif. Angka harapan hidup terus meningkat hingga diproyeksikan mencapai 75,47 tahun. Dukungan fasilitas kesehatan yang terdiri dari 16 rumah sakit, 37 klinik, dan 15 puskesmas menjadi tulang punggung layanan bagi masyarakat.

Program cek kesehatan gratis bahkan telah menjangkau 258 ribu jiwa atau 70,48 persen penduduk, melampaui capaian nasional. Di sisi lain, kepesertaan jaminan kesehatan telah mencapai 99,46 persen, meski pemerintah masih mendorong peningkatan keaktifan peserta.

Diskusi berlangsung dinamis, di mana sejumlah OPD Kabupaten Kudus secara rinci menggali kebijakan teknis dari Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Kendari. Turut hadir dalam kunjungan tersebut Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton.

Pertemuan ini memperlihatkan dua pendekatan berbeda dalam membangun kualitas hidup masyarakat: kekuatan industri di Kudus dan optimalisasi layanan dasar di Kendari. Keduanya menjadi gambaran bahwa peningkatan IPM membutuhkan strategi yang terintegrasi antara pertumbuhan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.(SM)