NewsMetro

Grand Final Duta Wisata Anandonia & Luale 2025, Daffa dan Princessia Raih Gelar Utama

8
×

Grand Final Duta Wisata Anandonia & Luale 2025, Daffa dan Princessia Raih Gelar Utama

Share this article

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI- Malam Grand Final Duta Wisata Anandonia dan Luale Kota Kendari 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Zahra Syariah, Selasa (25/11/25) menjadi puncak dari rangkaian panjang proses seleksi yang telah dijalani para peserta.

Proses pemilihan tahun ini dimulai dari 53 peserta pada tahap wawancara. Setelah melalui seleksi awal, terpilih 20 grand finalis yang terdiri dari 10 finalis Anandonia dan 10 finalis Luale. Selama masa karantina, seluruh finalis mengikuti pembekalan dan penilaian yang mencakup berbagai aspek, mulai dari pengetahuan budaya hingga kemampuan personal.

Pada malam final, juri menentukan Top 6 untuk menyampaikan program kerja masing-masing. Dari tahap ini, persaingan semakin ketat saat juri menetapkan Top 3. Ketiga finalis tersebut kemudian menjawab pertanyaan acak mengenai kebudayaan, pariwisata, serta objek wisata di Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara.

Hasil akhir menobatkan Daffa Islami Rachmana sebagai Juara 1 Anandonia dan Princessia Khalilah Nasyura sebagai Juara 1 Luale. Posisi Juara 2 diraih oleh Rezki Arisandi untuk Anandonia dan Febi Febriyanti untuk Luale.

Selain kategori utama, panitia juga mengumumkan berbagai penghargaan atribut, seperti Berbakat, Fotogenik, Persahabatan, Intelegensia, Juara Favorit, serta berbagai peringkat Harapan dan Juara 3 hingga Juara 2 di masing-masing kategori.

Rangkaian acara ini menandai berakhirnya proses panjang yang telah dijalani seluruh finalis, sekaligus menjadi awal bagi para duta terpilih untuk berkontribusi dalam mempromosikan budaya dan pariwisata Kota Kendari.

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News