NewsMetro

75 ASN Lingkup Pemkot Kendari Menjalani Tes Narkoba, Hasilnya Negatif

1036
×

75 ASN Lingkup Pemkot Kendari Menjalani Tes Narkoba, Hasilnya Negatif

Share this article

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI- ASN lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjalani tes narkoba.

Dari hasil tes yang dilakukan kepada sebanyak 75 ASN dinyatakan bahwa hasilnya negatif narkoba.

Tes dilaksanakan di Kantor Balai Kota Kendari usai melaksanakan upacara apel gabungan pada Senin, (11/11/2024).

Pelaksanaan tes merupakan bagian dari peraturan Presiden, bagaimana menciptakan ASN yang bebas dari narkoba.

“Kita pemerintah Kota Kendari membentuk sebuah pembangunan yang berkelanjutan, tentunya diperlukan aparatur yang sehat dan bebas narkoba,” ungkap Pj. Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup.

Kata Yusup, tes difokuskan kepada pejabat eselon II, eselon III dan sekretaris dan Camat se- Kota Kendari.

“Ada beberapa yang tidak datang karena alasan sakit atau mengikuti acara pendidikan pelatihan,” jelasnya.

Yusup menambahkan, tes akan kembali dilaksanakan kepada suluruh ASN lingkup Pemkot Kendari.

Sementara, Direktur Reserse Narkoba Polda Sultra, Kombes Pol Ardiyanto Tedjo Baskoro menjelaskan.

Pemberantasan penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu dari delapan program Astacita Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Semoga kedepan eselon II dan eselon III bisa menjalani pemerintahan tanpa narkoba, sehingga menjadi masyarakat yang baik dan taat aturan,” harapnya.

“Alhamdulillah dari 75 orang hasilnya negaif semua,” pungkasnya.*(NV)

 

Editor:NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News