PariwisataNews

2 event pemrov Sultra dan 1 event wakatobi lolos untuk tahap Kurasi pada KEN 2025

×

2 event pemrov Sultra dan 1 event wakatobi lolos untuk tahap Kurasi pada KEN 2025

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Pariwisata berhasil meloloskan 2 event terbaik untuk masuk tahap kurasi KEN 2025. Tak hanya kedua event itu, 1 event kabupaten wakatobi yakni Wakatobi Wave juga berhasil masuk tahap kurasi.

Ketiga event tersebut antaralain, Sultra Tenun Karnaval (STK), Wakatobi Wave, dan Festival Wowine.

Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Kadispar – Sultra) Belli HT, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/12/2024) mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk selalu meningkatkan kualitas event yang diselenggarakan tiap tahunnya.

“Kemarin kita kirim 10 event namun yang lolos untuk dikurasi ada tiga event,” jelasnya.

Wakatobi Wave merupakan event yang diselenggarakan oleh pemerintah Kabupaten dan disupport oleh pemerintah provinsi dan tahun lalu masuk sebagai 100 event terbaik Indonesia.

Sementara Sultra Tenun Karnaval merupakan event tahunan pemerintah provinsi yang melibatkan para penenun dan desainer asal Bumi Anoa.

Sedangkan Festival Wowine Kabupaten Wakatobi adalah event yang diselenggarakan oleh komunitas yang disupport full oleh Dispar Sultra.

“Kemarin sudah wawancara dan Kita menunggu hasil, semoga di bulan Januari tahun 2025 hasil kurasi sudah diumumkan,” ujarnya.

Olehnya Belli berharap di tahun 2025, Sultra dapat meloloskan lebih banyak event untuk masuk dalam Kurasi Event Nasional (KEN). Peningkatan kualitas penyelenggaraan, dan daya tarik masyarakat terhadap kegiatan hingga dampak perekonomian senantiasa ditingkatkan.

“Harapannya, ditahun 2025, bukan hanya wakatobi Wave saja yang masuk, namun Sultra Tenun Karnaval dan Festival Mowine dapat masuk sebagai Top 100 event Nasional,” harapnya. *(ST).

editor:DN

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News