NewsMetro

Website Resmi Pemkot Kendari Dihack, Diskominfo Masih Lakukan Upaya Pemulihan

896
×

Website Resmi Pemkot Kendari Dihack, Diskominfo Masih Lakukan Upaya Pemulihan

Share this article

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI- Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kendari, Nismawati, mengambil langkah usai website Kendarikota.go.id dihack.

Langkah itu berupa koordinasi bersama Pusat Data Nasional (PDN) dan pihak IT Diskominfo Kota Kendari.

Website resmi milik Pemerintah Kota (Pemkot) itu dihack sejak Jumat, 1 November 2024 lalu yang menampilkan situs judi online.

Dari hasil penyampaian Pusat Data Nasional (PDN) menyebut, bahwa sistim website resmi Pemkot itu sudah normal.

Sejauh ini kata Nisma, data-data yang berada di website Kendarikota.go.id masih aman, namun untuk mengakses website masih belum dapat dilakukan.

“Kalau data-data sudah diback up, cuma itu fungsinya tidak bisa dibuka, kalau misal kita buka tidak bisa menampilkan website Pemkot Kendari,” ujar Nisma saat Konferensi Pers di Ruang Command Center, Balai Kota Kendari, Jumat (8/11/2024).

Nisma menerangkan, masih melakukan upaya pemulihan sistim yang ada, apabila hingga Senin, 11 November 2024 website belum kembali normal, pihaknya akan meminta bantuan Tim Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN).

“Paling lambat tanggal 11 November 2024, kalau tidak bisa tertangani kita akan minta bantuan Tim Badan Siber dan Sandi Nasional,” ucapnya.

Terkait terjadinya hack di akun resmi Pemkot, Nisma mengatakan kondisini ini disebut dengan website defacement, dimana ada terdapat percobaan mengubah tampilan dari website.

Olehnya itu, pihaknya masih melakukan penarikan data dari website, agar tidak menimbulkan dampak.

Sementara, Sekretaris CSIRT Kominfo Kota Kendari, sekaligus Kabag Hukum Setda Kota Kendari, Kurniawan Ilyas mengatakan berkaca dari kejadian ini pihaknya akan rutin melaksanakan monitoring sistim.

Sehingga kata Kurniawan, sistim tidak menjadi lemah, kurangnya monitoring itu menurutnya mempermudah pihak tertentu untuk menyusup atau menghack.

“Memang harus dimonitoring setiap hari, karena serangan itu ada banyak jenis dan banyak motif,” pungkasnya.*(NV)

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News