NewsMetro

Walikota Kendari Serahkan Sarana dan Prasana Pertanian Serta Sertifikat petani

373
×

Walikota Kendari Serahkan Sarana dan Prasana Pertanian Serta Sertifikat petani

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Walikota Kendari Sulkarnain kadir SE., ME menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pertanian dan juga sertifikat pada sejumlah petani di kota Kendari Jumat (28/1/2022).

Pemberian bantuan ini diberikan kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) Samaendre yang dilaksanakan di Kelurahan Andonohu Kecamatan Poasia.

Bantuan yang diberikan pada Gapoktan ini terdiri dari bantuan benih padi, alat penjahit karung, karung kemasan dan juga mesin press karung.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kendari berharap kedepannya hasil produksi pertanian Kota Kendari dapat mempunyai nilai lebih dibandingkan dengan daerah lain, untuk itu kedepannya diharapkan produksi pertanian Kota Kendari bisa dikembangkan menjadi industri pertanian.

“Kita berharap potensi-potensi seperti ini bisa didampingi oleh pemerintah dan nanti bisa dikembangkan tidak hanya menghasilkan produk pertanian tapi nanti kelasnya dinaikkan menjadi skala industri sehingga pemanfaatan dan nilai ekonomisnya bisa meningkat sehingga bisa menjadi sumber penghidupan masyarakat,” ungkapnya.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Siti Ganef menjelaskan Kota Kendari mempunyai lahan pertanian sekira 11.780 hektare yang terdiri dari lahan sawah, kebun, padang penggembalaan, dan pekarangan.

Dari potensi pertanian yang ada, terdapat 430 kelompok tani, 58 Gapoktan dan 5.184 anggota kelompok tani.

Ganef menambahkan, bantuan yang diberikan pada Gapoktan Samaendre ini merupakan bantuan Dinas Pertanian yang bersumber dari dana APBD tahun 2021.

“Ada juga penyerahan benih Inpari 32, Inpari 33, Cierang dan Mekongga serta Cisadane, bantuan dari Dinas Pertanian Kota Kendari ini sebagai benih untuk penangkar, jadi salah satu benih unggul untuk petani di Amohalo dan Labibia,” jelasnya.

Pemberian bantuan Sarana dan Prasana Pertanian ini dirangkaiakan dengan panen salak di lahan milik kelompok tani Tunas Baru yang berdiri diatas lahan seluas setengah hektare dengan jumlah pohon salak sekira 300 rumpun.

Menurut Amrin Ketua Kelompok tani Tunas Baru, buah Salak miliknya, telah berusia 7 tahun dan sudah berproduksi sekira 5 tahun.

Selain memiliki Kebun Salak, di lahan pertanian kelompok tani Tunas Baru ini juga menyediakan bibit itik dan terdapat pula sejumlah kolam pemancingan.

Reza/Teramedia.id

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News