NewsMetro

Wali Kota Kendari Pimpin Verifikasi Hybrid Kota Layak Anak

442
×

Wali Kota Kendari Pimpin Verifikasi Hybrid Kota Layak Anak

Share this article

TERAMEDIA.ID-Kota Kenddari. Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir memimpin langsung proses verifikasi hybrid Kota Kendari pada penilai kota layak anak tahun 2020 yang dilakukan tim verifikator dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Bappenas dan tim independen, Rabu (9/6/2021).

Wali Kota Kendari menjelaskan pemerintah Kota Kendari terus bertekad memperbaiki posisi Kota Kendari sebagai kota layak anak.

“Kita melakukan ini semua  tidak berorientasi sekedar untuk mendapatkan predikat, tentu kita berharap itu yang terbaik karena bagi kita penilaian ini adalah guidance buat kita, penuntun bahwa yang kita lakukan adalah sesuatu yang sudah benar artinya kita sudah mengarah pada jalan yang tepat,” tegasnya.

Wali kota mengaku, tujuan terbesar kota layak anak adalah bagaimana anak sebagai generasi penerus mendapatkan haknya, ruang maupun fasilitas yang mendukung tumbuh kembang mereka. Apalagi zaman yang mereka hadapi saat ini sangat berbeda dengan zaman para orang tuanya.

Seperti perkembangan teknologi dan informasi yang begitu pesat, termasuk situasi pandemi Covid-19 yang memaksa semua pihak harus berbenah.

“Terbukti menghadapi anak-anak kita saja dalam situasi pandemi Ini luar biasa, bagaimana mendampingi mereka mengerjakan tugas-tugas sekolahnya, mendampingi mereka agar tidak larut dalam situasi sulit pandemi ini, bagaimana kita memelihara obsesi mereka mencapai cita-cita, bukan sesuatu yang mudah,” ujarnya.

Belum lagi persoalan narkotika yang juga terus mengancam generasi muda,  dekadensi moral akibat masuknya budaya luar. Sehingga peran semua pihak sangat dibutuhkan untuk menciptakan generasi yang berkualitas tidak melupakan identitasnya namun bisa bersaing dengan dunia luar.

Wali kota juga membuka diri terhadap arahan dan masukan tim verifikator untuk memperbaiki kesalahan dan kekhilafan agar lebih baik di masa yang akan datang.

“Kami dari pemerintah Kota Kendari berkomitmen akan bersungguh-sungguh  mengupayakan yang terbaik, baik itu dari sisi kebijakan juga program, termasuk penyediaan sarana dan prasarana, Insya Allah kami sedang mengupayakan itu,  beberapa taman kota terus kita benahi, beberapa fasilitas publik terus kita benahi, yang kemudian kita harapkan bisa memberikan ruang pada anak untuk terus berkembang mencapai cita-cita mereka,” harapnya.

Sementara tim verifikator memberikan apresiasi pada pemerintah Kota Kendari karena dari dokumen yang mereka terima terlihat perkembangan yang sangat pesat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Meskipun demikian masih ada sejumlah catatan yang disampaikan oleh tim verifikator seperti peningkatan jumlah sekolah ramah anak dan kelurahan ramah anak.

Tim verifikator menilai dari hasil verikasi sementara, kota Kendari masih memiliki nilai lebih dan berpotensi memperoleh predikat yang lebih baik dibanding kota lainnya yang telah mereka verifikasi selama dua pekan belakangan.

Verifikasi yang berlangsung via zoom ini diikuti tim gugus tugas kota layak anak yang melibatkan sejumlah stakeholder terkait baik organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Kendari, forum Anak Kota Kendari, maupun pihak lainnya seperti Badan Narkotika, Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, lembaga Pemasyarakatan dan pengusaha.

Dia meminta semua pihak terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan di Kota Kendari, sebab menjaga kebersihan bukan hanya tugas DLHK namun semua warga juga punya tanggungjawab.

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News