News

Solidaritas dan Sinergitas, Brimob Polda Sultra Beri Kejutan di HUT ke-80 TNI di Batalyon 725 Woroagi

3
×

Solidaritas dan Sinergitas, Brimob Polda Sultra Beri Kejutan di HUT ke-80 TNI di Batalyon 725 Woroagi

Share this article

TERAMEDIA.ID, KONAWE SELATAN – Jajaran Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara memberikan kejutan istimewa berupa tumpeng dan kue ulang tahun kepada keluarga besar TNI pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang digelar di Batalyon Infanteri 725/Woroagi, Minggu (5/10/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan sesaat sebelum upacara peringatan HUT TNI dimulai. Rombongan Brimob Polda Sultra yang dipimpin oleh Wakil Komandan Satuan Brimob Polda Sultra, AKBP Indra Yanitra Irawan, mewakili Komandan Satuan Brimob Polda Sultra, Kombes Pol Sugianto Marweki, datang bersama sejumlah perwira dan personel Brimob dengan membawa kue ulang tahun serta tumpeng sebagai bentuk perhatian dan penghormatan kepada jajaran TNI.

Kehadiran personel Brimob Polda Sultra tersebut disambut hangat oleh keluarga besar Yonif 725/Woroagi. Dalam kesempatan itu, Komandan Batalyon 725/Woroagi, Letkol Inf Choky Gunawan, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kejutan yang diberikan oleh jajaran Brimob Polda Sultra.

“Terima kasih atas perhatian dan kehadiran rekan-rekan dari Brimob Polda Sultra. Ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan soliditas antara TNI dan Polri tetap terjaga. Kami akan terus memperkuat sinergi demi menjaga keutuhan dan keamanan bangsa,” ujar Letkol Inf Choky.

Sementara itu, Wakil Komandan Satuan Brimob Polda Sultra, AKBP Indra Yanitra Irawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum HUT ke-80 TNI ini menjadi simbol nyata eratnya sinergi dan solidaritas antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.

“Kami berharap sinergi dan soliditas TNI-Polri terus terjaga dan semakin kuat. Hubungan baik yang selama ini terjalin, mulai dari kegiatan sosial, ketahanan pangan, hingga patroli bersama untuk menjaga Kamtibmas di wilayah Sulawesi Tenggara, merupakan wujud nyata dari semangat persaudaraan dan pengabdian bersama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kekompakan dan kebersamaan antara TNI dan Polri merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, khususnya di wilayah Bumi Anoa.

Momentum peringatan HUT ke-80 TNI ini menjadi bukti bahwa TNI dan Polri di Sulawesi Tenggara tetap solid, bersatu, dan berkomitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan semangat “Bersatu, Berjuang, Kita Pasti Menang”, kebersamaan antara dua institusi penjaga kedaulatan dan keamanan bangsa ini terus menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera.*(DW)

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News