NewsMetro

Wali Kota Kendari Dorong UMKM Naik Kelas, Ekspo dan Nobar Piala Dunia Jadi Penggerak Ekonomi

18
×

Wali Kota Kendari Dorong UMKM Naik Kelas, Ekspo dan Nobar Piala Dunia Jadi Penggerak Ekonomi

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari memanfaatkan momentum peringatan Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional 2026 untuk menggerakkan roda perekonomian daerah melalui kegiatan Ekspo dan Bazar UMKM yang dipusatkan di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kawasan Kolam Retensi Boulevar Lepo-lepo, Kota Kendari, Senin (22/6/2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Kendari itu berlangsung hingga 25 Juni 2026 dan dirangkaikan dengan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia FIFA 2026, sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri kepada seluruh pemerintah daerah di Indonesia.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan penyelenggaraan ekspo UMKM dan nobar Piala Dunia memiliki tujuan yang sama, yakni mendorong pergerakan ekonomi masyarakat melalui peningkatan aktivitas publik dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Menurutnya, UMKM memiliki peran strategis sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan yang secara langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Di balik setiap produk yang dipamerkan hari ini ada cerita perjuangan yang luar biasa. Ada ibu rumah tangga yang memulai usaha dari dapurnya, ada ayah yang bekerja tanpa lelah, dan ada anak-anak muda yang berani menghadapi keterbatasan demi kehidupan yang lebih baik. Karena itu saya memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para pengusaha UMKM Kota Kendari,” ujar Siska.

Ia menegaskan, kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik maupun angka pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat memiliki kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan taraf hidup.

Karena itu, Pemkot Kendari terus mendorong pengembangan UMKM melalui berbagai program pendampingan, akses permodalan, hingga pembukaan peluang pasar yang lebih luas.

Siska juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Kendari telah membentuk Satgas Investasi yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat pelayanan dan pengembangan usaha masyarakat.

Melalui satgas tersebut, berbagai kebutuhan pelaku usaha dapat difasilitasi secara terpadu, mulai dari perizinan, pengembangan usaha, tenaga kerja, hingga sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

“Semua bisa terlibat dan berkolaborasi. Kuncinya adalah sinergi dan inovasi. Dengan kondisi efisiensi anggaran saat ini, kita harus mampu menggali potensi daerah dan menggerakkan ekonomi melalui kreativitas serta kerja sama,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Siska juga menyoroti potensi kawasan PLUT yang dinilai sangat strategis untuk dikembangkan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di Kota Kendari.

Lokasinya yang menjadi pusat olahraga dan ruang publik dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai kawasan kuliner dan sentra UMKM yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Selain membuka akses pasar bagi UMKM, kegiatan ini juga menjadi wadah promosi produk lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

Siska mengungkapkan, keberhasilan Kota Kendari menjadi tuan rumah berbagai agenda internasional, termasuk UCLG ASPAC, telah membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas.

Salah satunya adalah kerja sama dengan Kota Yiwu, Tiongkok, yang dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan terbesar di dunia.

“Kita ingin ketika orang mendengar nama Kendari, mereka tidak hanya mengenal keindahan teluknya, tetapi juga kualitas produk UMKM yang dimiliki daerah ini. Insyaallah dalam waktu dekat Kota Kendari akan mengikuti agenda internasional di Kota Yiwu dan kita harus mulai menyiapkan produk-produk unggulan yang akan dipromosikan di sana,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Kendari, Syarifuddin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Kementerian UMKM dalam rangka memperingati Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional.

Mengusung tema “UMKM Terkoneksi, Tumbuh Berinovasi”, kegiatan ini bertujuan memperkuat konektivitas UMKM terhadap pasar, pembiayaan, digitalisasi, serta rantai pasok usaha.

Sebanyak 35 pengusaha UMKM ikut ambil bagian dalam ekspo dan bazar yang didominasi usaha mikro lokal. Berbagai layanan pendukung juga disediakan, seperti fasilitasi Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga pembinaan usaha.

Selain itu, panitia menghadirkan beragam kegiatan pendukung seperti lomba inovasi, lomba memasak antar tenant, lomba mewarnai, lomba kreasi barang bekas, hingga turnamen PlayStation yang ditujukan untuk menarik partisipasi masyarakat.

“Tema tahun ini menekankan pentingnya sinergi, kolaborasi dan inovasi. Meskipun dalam situasi efisiensi anggaran, kegiatan ini tetap terlaksana berkat dukungan berbagai mitra yang memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan UMKM,” kata Syarifuddin.

Dalam rangkaian acara tersebut, Pemerintah Kota Kendari juga memberikan penghargaan kepada Koperasi Amanah Sultra atas dukungannya terhadap program pengembangan UMKM. Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah pengusaha UMKM yang dinilai sukses menjalankan usahanya dan menyelesaikan kewajiban pengembalian pinjaman modal usaha.

Wali Kota Kendari turut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses permodalan bagi UMKM. Setelah sebelumnya menyalurkan pinjaman tanpa bunga dan tanpa agunan sebesar Rp5 juta kepada 194 penerima manfaat, Pemkot Kendari juga telah memberikan bantuan modal usaha gratis kepada 195 warga masing-masing sebesar Rp1 juta pada peringatan Hari Ulang Tahun Kota Kendari.

Tahun ini, pemerintah kembali mengalokasikan program pinjaman modal usaha tanpa bunga dan tanpa agunan bagi 260 pengusaha UMKM dengan nilai bantuan Rp5 juta per orang.

Melalui kegiatan ekspo dan bazar tersebut, Pemerintah Kota Kendari berharap UMKM semakin berkembang, mampu menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat perekonomian daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(SM)