News

Sekolah Unggul Garuda, Titik Balik Pendidikan dan Ekonomi Sultra

3
×

Sekolah Unggul Garuda, Titik Balik Pendidikan dan Ekonomi Sultra

Share this article

TERAMEDIA.ID, KONAWE SELATAN – Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, S.E., M.M., secara resmi meluncurkan Sekolah Unggul Garuda Provinsi Sulawesi Tenggara di Desa Lebo Jaya, Kabupaten Konawe Selatan, Rabu (8/10/2025). Peluncuran ini menjadi tonggak penting bagi arah baru pembangunan pendidikan dan ekonomi di Bumi Anoa, dengan tema “Mengenal Sekolah Unggul: Harapan Baru Pendidikan Unggul.”

Hadir dalam kesempatan itu sejumlah pejabat nasional dan daerah, di antaranya Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti, serta Sekda Provinsi Sultra Asrun Lio. Suasana acara berlangsung sederhana namun sarat makna, menandai keseriusan pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur  menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Unggul Garuda bukan sekadar proyek fisik, tetapi langkah strategis memperkuat ekonomi daerah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sultra. “Dengan adanya sekolah unggulan ini, daerah sekitar akan berkembang. Akan muncul pasar, rumah sakit, dan pusat ekonomi baru. Dari sisi pendidikan, sekolah ini akan menjadi magnet yang melahirkan SD dan SMP unggulan di setiap kabupaten dan kota,” tegasnya.

Gubernur menambahkan bahwa pembangunan Sekolah Unggul Garuda memiliki dua dampak besar: ekonomi dan pendidikan. “Daerah ini pasti akan maju secara ekonomi, dan dampak pendidikannya akan meluas. Kita harap setiap daerah memiliki SD dan SMP unggulan sebagai feeder menuju SMA Unggul Garuda. Tanpa sinergi, kita tidak akan melahirkan generasi emas Sultra,” ujarnya.

Andi Sumangerukka menutup dengan pesan reflektif bahwa pendidikan adalah investasi paling berharga bagi masa depan. “Sekolah Unggul Garuda bukan sekadar bangunan, tapi simbol masa depan Sulawesi Tenggara yang unggul, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya.*(NF)

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News