NewsMetro

Sekda Kota Kendari Khawatir Penghapusan Tenaga Honorer Memicu Terjadinya Gejolak Sosial

454
×

Sekda Kota Kendari Khawatir Penghapusan Tenaga Honorer Memicu Terjadinya Gejolak Sosial

Share this article

 

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI-Tenaga honorer akan mulai dihapus mulai 28 November 2023. Tenaga honorer akan dihapuskan dan diganti dengan sistem outsourcing.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi(Menpan RB) No. B/185/M.SM.02.03/2022 perihal Status Kepegawaian di Lingkungan Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Menanggapi hal ini, Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Kendari Ridwansyah Taridala mengatakan,pihaknya masih meminta kebijakan dari pemerintah pusat, mengingat keberadaan tenaga honorer dalam lingkup pemerintah Kota Kendari masih sangat dibutuhkan.

“Kita masih menunggu juga, kita juga masih menunggu perintah resminya karena kita sebagai pemerintah juga akan meminta ruang untuk untuk berdiskusi dengan pemerintah pusat, dan menyesuaikan medianya lewat mana lewat kementrian mana karena fakta dilapangan kehadiran teman-teman yang berstatus honorer itu masih sangat kita butuhkan.” Jelasnya. Sabtu (11/6/2022).

Diketahui, institusi lingkup pemerintah Kota Kendari didominasi oleh tenaga honorer, apa bila kebijakan ini benar-benar akan diterapkan, dia khawatir akan menyebabkan gejolak sosial yang baru.

“Beberapa institusi Pemerintah Kota (Organisasi Perangkat Daerah) OPD bahkan didominasi oleh tenaga-tenaga honorer seperti Satpol PP, Dinas Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan,dan tenaga kesehatan, itu peran mereka tidak bisa dipungkiri, termasuk di Kecamatan dan Kelurahan kalau tiba-tiba hilang khawatirnya jadi gejolak sosial.” Ujarnya.

“Saya dan Pak Walikota akan tunggu itu kalau sudah ada itu kita akan mencari solusi apa yang terbaik bagi sodara-sodara kita ini karena jumlahnya cukup besar.” Tambahnya.

Kemudian selanjutnya, dia berharap kebijakan tersebut hanyalah wacana semata, dan apa bila benar-benar akan diterapkan pihaknya bakal segera mencari solusi terbaik baik nasib para tenaga honorer ini.

“Bahkan ada yang berani menggadaikan dia punya surat keputusan (SK)untuk anaknya mau sekolah atau buat beli obat kalau tiba-tiba jaminan itu hilang gejala konfliknya sangat cukup tinggi.” Bebernya.

Dia menambahkan, pemerintah pusat harus menyiapkan solusi, juga dari pihak pemerintah Kota Kendari agar berupaya mereduksi konsekuensi sehingga tidak menimbulkan masalah baru.

Novrianti/Teramedia.id

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News