NewsPolitik

Ridwan Bae Sebut Ruksamin Berpotensi Diusung Partai Golkar di Pilgub Sultra

477
×

Ridwan Bae Sebut Ruksamin Berpotensi Diusung Partai Golkar di Pilgub Sultra

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Sultra Ridwan Bae menyebut, Bupati Konawe Utara Ruksamin berpotensi diusung partai berlambang pohon beringin dalam kontestasi Pilgub Sultra 2024.

 

Hal itu disampaikan Ridwan Bae usai Temu Kader yang turut dihadiri Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tanjung di Hotel Swisbell Kendari, pada Senin, 3 Juni 2024.

 

Namun, tak hanya Ruksamin, sejumlah politisi lain juga disebut Ridwan Bae. Mereka adalah Tina Nur Alam, Kery Saiful Konggoasa, Lukman Abunawas, dan Andi Sumangerukka.

 

“Ruksamin salah satu, Bu Tina (Nur Alam) juga berpotensi, kemudian ada juga Lukman Abunawas, tapi kan tidak mungkin Lukman Abunawas pindah ke Golkar, dia kan PDI-P, ada Kery, dan Andi Sumangerukka,” ungkap Ridwan Bae.

 

Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini bilang, sejumlah kandidat itu berpotensi diusung Partai Golkar di Pilgub Sultra jika dirinya tak maju dalam kontestasi lima tahunan itu.

 

Meski begitu, untuk diusung Partai Golkar, sejumlah politisi tersebut harus pindah ke partai besutan Airlangga Hartarto tersebut.

 

Hal itu juga berdasarkan arahan Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung saat temu kader di Hotel Swisbell Kendari, pada Senin, 3 Juni 2024.

 

“Bahwa (politisi) yang non-kader Golongan Karya mau maju (calon) gubernur yang dicalonkan Partai Golkar harus menjadi kader Golongan Karya. Kalau pilihannya mereka jadi kader Golkar, kan pilihannya banyak yang berpotensi juga,” ujarnya.

 

Jika pun dirinya tak maju sebagai Calon Gubernur Sultra, ia juga menjagokan Ketua DPD II Golkar Sultra, Hery Asiku yang berpotensi kuat menggantikan dirinya.

 

“Ada Hery Asiku, kan Hery Asiku juga kuat dia,” tegasnya.*(DW)

editor:DN

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News