NewsHukum & Kriminal

Ratusan Handphone Hasil Penggeledahan di Lapas Kendari Dimusnahkan

468
×

Ratusan Handphone Hasil Penggeledahan di Lapas Kendari Dimusnahkan

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Kepala Kantor Wilaya (Kakanwil) Direktorat Jenderal Permasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tenggara (Sultra), Sulardi memimpin proses pemusnahan ratusan unit telfon seluler yang disita dalam penggeledahan dilembaga pemasyarakatan (Lapas) kendari, Senin (3/2/2024].

 

Pemusnahan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menindak tegas peredaran barang terlarang didalam lapas serta untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban di seluruh permasyarakatan di Sulawesi Tenggara.

 

Ponsel yang disita ini merupakan hasil dari razia rutin yang dilakukan petugas didalam blok hunian warga binaan atau nara pidana. Selain handphone, petugas juga menyita barang terlarang lainnya, seperti charger dan senjata tajam rakitan.

 

Kakanwil Ditjenpas Sultra, Sulardi mengatakan seluruh barang sitaan tersebut dimusnahkan dengan cara dihancurkan menggunakan palu dan dibakar. Pemusnahan ini diharapakan dapat menjadi peringatan bagi warga binaan agar tidak lagi menyelundupkan atau menggunakan alat komunikasi illegal di dalam lapas.

 

“Kami telah melakukan penggeledahan secara rutin di seluruh Lapas dan Rutan diwilayah sultra. Hasil penggeledahan di Lapas Kendari menunjukan adanya ratusan ponsel yang tidak terdata secara resmi. Untuk mencegah potensi penyalagunaan, kami mengambil langkah tegas dengan segera memusnahkan,” ujar Sulardi.

 

Lebih lanjut, pejabat tersebut menegaskan bahwa langkah pemusnahan alat komunikasi ilegal ini merupakan dari strategi terpadu pemerintah dalam meningkatkan sistem keamanan dan pengawasan di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

 

“Pemusnahan ini adalah langkah prevensif yang telah disesuaikan dengan standar operasional prosedur serta regulasi yang berlaku di lingkungan Ditjenpas,” tambahnya.

 

Proses pemusnahan sendiri dilakukan dengan prosedur yang aman dan terkontrol untuk menghindari potensi penyalagunaan sisa – sisa perangkat tersebut.

 

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya, guna memastikan tidak ada celah bagi pihak yang ingin mengedarkan kembali alat komunikasi ilegal.*(DW)

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News