NewsNasional

Presiden Joko Widodo Resmikan Bendungan Ladongi

×

Presiden Joko Widodo Resmikan Bendungan Ladongi

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOLAKA TIMUR – Dengan menggunakan helikopter dari Bandara Haluoleo, Presiden Joko Widodo mendarat di landasan helikopter (helipad) bendungan Ladongi kabupaten Kolaka timur.

Tiba dilokasi acara, presiden yang didampingi sekretaris kabinet Pramono Anung, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan Gubernur Sulawesi Tenggara beserta rombongan langsung menuju dermaga di area genangan bendungan Ladongi.

Bersama seluruh rombongan, presiden Indonesia ke 7 ini berkeliling diarea genangan bendungan Ladongi menggunakan perahu naga.

Presiden Joko widodo juga sempat mencoba mendayung bersama sejumlah atlit dayung sulawesi tenggara.

Dalam sambutannya presiden merasa sangat senang bisa berkeliling di area genangan dengan perahu naga.

Joko widodo berharap dengan diresmikannya bendungan Ladongi pada hari ini Selasa (28/12) dapat meningkatkan ketahanan dan kemandirian pangan di Sulawesi tenggara.

Selain dapat memenuhi kebutuhan akan air, presiden juga menitip pesan kepada pemerintah daerah agar dapat memanfaatkan keindahan alam disekitar bendungan untuk tujuan pariwisata.

“Tadi waktu naik perahu saya liat pemandangan disekitar bendungan itu indah sekali, untuk itu pemerintah daerah kedepannya bisa memanfaatkannya untuk wisata air” kata Jokowi.

Usai berkeliling dengan perahu, presiden Joko widodo melakukan penandatanganan prasasti dan langsung meninggalkan lokasi peresmian untuk selanjutkan melakukan peresmian bendungan Pidekso di provinsi Jawa tengah.

 

Dony oktayudha/teramedia.id

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News