NewsHukum & KriminalMetro

Polri Terapkan Cooling System Jaga Stabilitas Sosial Pasca Pemilukada 2024

840
×

Polri Terapkan Cooling System Jaga Stabilitas Sosial Pasca Pemilukada 2024

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Divisi Humas Polri mengadakan Dialog Publik Strategi Polri dalam Mengimplementasikan Cooling System guna Menjaga Stabilitas Sosial Pasca Pemilukada 2024 pada Selasa, (10/12/2024).

Dialog ini diikuti Bidang Humas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) di Aula Dachara, dengan sambungan Zoom Meeting yang turut diikuti oleh Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Iis Kristian, tokoh masyarakat, tokoh agama serta organisasi kemasyarakatan.

Acara ini dibuka oleh Karo PID Div Humas Polri, Brigjen Pol Tjahjono Saputro, yang mewakili Kadiv Humas Polri. Sebagai pembicara utama, hadir Wakil Menteri Agama RI dan Ketua Umum Persekutuan Gereja Indonesia.

Brigjen Pol Tjahjono menyampaikan beberapa poin penting terkait peran Polri dalam menjaga stabilitas di tahun politik 2024. Tahun tersebut menjadi momen strategis karena mencakup pemilihan presiden, legislatif, dan kepala daerah serentak di seluruh Indonesia.

“Dengan tingkat partisipasi pemilih yang mencapai 81,7 persen pada pemilu sebelumnya, demokrasi diharapkan dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor,” kata Karo PID Div Humas Polri, Brigjen Pol Tjahjono Saputro.

Lanjutnya, Strategi Cooling System Polri Sebagai upaya menjaga stabilitas sosial, Polri mengimplementasikan strategi cooling system yang sejalan dengan program Asta Cita Presiden.

“Strategi ini bertujuan untuk mencegah polarisasi di masyarakat, mengatasi misinformasi dan miskomunikasi yang sering menjadi pemicu konflik dan memastikan masyarakat dapat hidup dengan aman dan damai,” tuturnya.

Brigjen Pol Tjahjono juga menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam menciptakan keharmonisan di tengah situasi politik yang dinamis.

“Dengan cooling system, Polri berupaya menjaga stabilitas sosial sekaligus memastikan keberlanjutan pemerintahan di semua level berjalan sukses,” jelasnya.

Dialog ini menjadi salah satu langkah Div Humas Polri untuk mendukung terjaganya situasi kamtibmas yang kondusif pasca Pemilukada 2024.*(DW)

 

 

Editor:NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News