NewsHukum & Kriminal

Polda Sultra Gelar Jumat Curhat, Warga Keluhkan Masalah Minuman Keras dan Pencurian Ternak

337
×

Polda Sultra Gelar Jumat Curhat, Warga Keluhkan Masalah Minuman Keras dan Pencurian Ternak

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menyapa warga dalam kegiatan Jumat Curhat Bersama di Desa Opaasi, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan, Jumat 26 Januari 2024.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sultra Irjen Pol Drs. Teguh Pristiwanto dan Waka Polda Sultra Brigjen Pol Dwi Iriyanto SIK MSi, serta sejumlah pejabat utama Polda Sultra, serta tokoh masyarakat, agama, dan tokoh adat setempat.

Dalam pembukaannya Kapolda Sultra menyampaikan, Kegiatan ini merupakan program dari Kapolri yang bertujuan mendekatkan diri kepada masyarakat dan mendorong warga untuk bercerita mengenai pelayanan Polri.

Tokoh masyarakat di Desa Opaasi memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan ini. Mereka menyampaikan terima kasih karena kegiatan ini memberikan wadah untuk menyampaikan permasalahan masyarakat, seperti keributan akibat miras dan pencurian ternak.

“Di sekitar tempat tinggal kami sering terjadi keributan dikarenakan miras yang meresahkan warga dimohon segera diatasi oleh pihak kepolisian,” ungkap Anto, salah satu tokoh masyarakat Desa Opaasi.

menanggapi keluhan warga, Kapolda Sultra menyatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah konkret terkait masalah tersebut. Sabhara Polda Sultra akan mengontrol dan berpatroli di wilayah yang rawan keributan akibat miras dan balapan liar.

“Komunikasi dengan Polsek terdekat akan ditingkatkan, dan patroli akan dilaksanakan secara rutin. Pihak Kepolisian berharap partisipasi aktif dari Polsek dan Bhabinkamtibmas dalam menanggulangi permasalahan di lapangan,” jelasnya.

Kapolda Sultra juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin Polda Sultra untuk menampung keluhan masyarakat, baik di kota maupun pelosok.

“Kegiatan ini diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin guna memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, serta memastikan penyelesaian keluhan warga secara cepat dan tepat,” pungkasnya.*(DW)

editor: DN

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News