NewsMetro

Penataan Kawasan Kumuh Pudai-Lapulu Capai 94 Persen

258
×

Penataan Kawasan Kumuh Pudai-Lapulu Capai 94 Persen

Share this article

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI-Penataan Ruang Terbuka Hijau(RTH) Pudai-Lapulu hingga saat ini masih dalan tahap pengerjaan,kawasan yang semula terlihat kumuh dan penuh sampah,disulap oleh Pemerintah Kota (Pemkot)Kendari, menjadi bakal kawasan wisata dan perputaran ekonomi warga sekitar.

Penataan kawasan kumuh ini menyerap anggaran kurang lebih Rp50 miliar. Dengan luas lahan yang ditata sekitar 15 hektar.

Koordinator Kotaku Kota Kendari, La Ngkarisu mengatakan,progres pengerjaan Pudai-Lapulu itu sempat terhenti pada 11 Juli 2022 lalu,namun pihak kontraktor telah mengajukan adendum atau penambahan waktu pengerjaan.

“Kalau tidak ada penambahan Rp2,5 Miliar itu memang kita konsisten selesai di tanggal 25 September,tetapi karena ada penambahan,intinya proses pengerjaan jalan terus,”ungkapnya. Senin (15/8/2022).

Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) tersebut saat ini telah mencapai 94 persen,dimana untuk dibeberapa bagiannya masih dalam tahap penyelesaian. Mulai dari tambatan perahu,drainase,resapan biopori,instalasi air bersih,ipal komunal,instalasi hidrant dan ruang terbuka hijau(RTH).

“Progresnya kurang lebih saat ini mencapai 94 persen,untuk di beberapa sebagian sudah mulai finishing,dan sebagiannya lagi itu masih kekurangan anggaran,sehingga belum sempat diselesaikan,saat masih menunggu penambahan dana,”bebernya.

lebih lanjut Ia berharap,masyarakat sekitar kawasan Pudai -Lapulu dapat menjaga kebersihan area RTH tersebut,mengingat lokasi tersebut rencananya akan menjadi pusat aktivitas masyarakat yang didalamnya terdapat UMKM,wisata dan masih banyak lagi.

“Kita berharap kawasan yang menelan anggaran kurang lebih Rp50 miliar ini tetap berkelanjutan pemeliharaannya, dan bisa berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat. dan juga Pemkot Kota akan membentuk kelompok masyarakat lokal untuk menjaga dan merawat RTH pudai- lapulu,” tutupnya.

Novrianti/teramedia.id

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News