NewsHukum & KriminalMetro

Pelaku Penipuan Modus Bisnis Beras Asal Konawe Ditangkap, Korban Rugi Rp 979 Juta

×

Pelaku Penipuan Modus Bisnis Beras Asal Konawe Ditangkap, Korban Rugi Rp 979 Juta

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Modus bisnis jual beli beras, pria bernama Ryan (33) pekerjaan swasta, alamat Desa Adinda Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, diduga lakukan Tindak Pidana (TP) Penipuan, Kamis (4/7/2024).

Ryan melakukan penipuan kepada korbannya, kurang lebih sebanyak Rp979 juta, dengan modus menawarkan korban bisnis jual beli beras.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi membenarkan kejadian tersebut, dan pada Rabu 3 Juli 2024, sekitar jam 19.00 Wita bertempat Kota Makassar, telah dilakukan penangkapan terhadap tersangka.

“Yang bersangkutan ditangkap berdasarkan bukti permulaan yang cukup, karena diduga keras telah melakukan dugaan, TP Penipuan dan atau Penggelapan,” Ujar Fitrayadi.

Lanjutnya, dugaan penipuan tersebut terjadi pada bulan Maret 2024, sampai dengan Mei 2024 di Kota Kendari.

“Barang bukti beruap tiga rangkap rekening koran milik Ramang Toyo selaku korban,” ungkapnya.

Kronologis kejadian sambung Fitrayadi, awalnya tersangka Ryan menawarkan bisnis jual beli beras kepada korban, kemudian memberikan uang lebih kepada korban dari modal awal milik korban.

“Sehingga korban percaya dengan bisnis yang ditawarkannya, kemudian tersangka menyuruh korban menggadai mobil, rumah, serta gajinya untuk bisnis beras tersebut,” bebernya.

Namun tambah Fitrayadi, setelah menyerahkan uang secara bertahap sampai dengan total Rp.979.350.000,- (Sembilan Ratus Tujuh Puluh Sembilan Juta Tiga Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah), tersangka menggunakan uang tersebut untuk hiburan.

“Tersangka dipersangkakakan dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP, dengan ancaman 3 tahun penjara,” pungkasnya,”*(DW)

 

Editor;NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News