NewsBencana / KecelakaanMetro

Lepas Kendali, Minibus Sambar Motor dan Tabrak Konter Pulsa, 1 Orang Tewas

344
×

Lepas Kendali, Minibus Sambar Motor dan Tabrak Konter Pulsa, 1 Orang Tewas

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah mobil minibus bernomor polisi DT 1957 GH dan sepeda motor dengan nomor polisi B 4269 BKI terjadi di Jalan Chairil Anwar, depan Kopi 21 Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari, pada Jumat (24/3/2023), sekitar pukul 13.00 wita.

Mobil minibus tersebut dikendarai seorang pria bernama Sumarta (61) yang merupakan warga Kelurahan Langgea, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konsel Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kapolresta Kendari Kombes Pol Muh Eka Fathurrahman melalui Kasat Lantas Polresta Kendari AKP Muchsin mengatakan, Mobil minibus yang dikemudikan Sumarta bergerak dari arah timur ke barat (dari arah PLN menuju arah Puuwatu) dengan kecepatan tinggi.

“sesampainya di Jalan Chairil Anwar depan Kopi 21, pengemudi mobil kehilangan kendali dan menabrak sepeda motor yang dikendarai Rycko Hariyanto berboncengan dengan Fitriani yang berada di depannya, sehingga membuat mobil oleng ke arah sisi kiri dan menabrak kios konter pulsa yang didalamnya terdapat Nurhaena bersama dua orang anaknya yaitu Dirga Rahmat dan Davina Mutiara Dewi,” Kata AKP Muchsin.

“Akibat kecelakaan itu, seorang bocah usia 5 tahun meninggal dunia atas nama Dirga Rahmat, yang saat kejadian berada dalam konter pulsa yang ditabrak mobil minibus,” Ujarnya.

Lanjut Muchsin, kemudian pengemudi motor yang ditabrak mobil minibus hanya mengalami luka dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari untuk mendapat perawatan medis.

“Saat ini kendaraan mobil minibus dan motor yang terlibat kecelakan di bawa ke Satlantas Mapolresta Kendari, sementara pengemudi mobil minibus diamankan untuk proses hukum lebih lanjut,” Pungkasnya.

 

Reporter: Dewa

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News