NewsHukum & KriminalMetro

Kronologi Pembunuhan Seorang ASN di Hotel Kendari di Ungkap Polisi

1569
×

Kronologi Pembunuhan Seorang ASN di Hotel Kendari di Ungkap Polisi

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Pihak Kepolisian akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis yang menewaskan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Pelaku, diketahui bernama Nazli (23), yang diketahui lahir di Malaysia pada 11 April 2002. Ia berhasil ditangkap di Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah pada Sabtu, 11 Januari 2025.

Sebelumnya korban bernama Abdul kadir bahar (43), ditemukan tewas dengan tragis di salah satu hotel di Kota Kendari pada Jumat, 10 Januari 2025 sore.

Kapolresta Kendari Kombes Pol Eko Widiantoro mengatakan, Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, kronologi kejadiannya berawal saat pelaku yang berdomisili di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Batalaiworu, Muna itu datang memenuhi undangan korban untuk minum miras bersama di hotel di Kota Kendari.

“Awalnya pada Kamis 09 Januari 2025 sekitar pukul 09.00 WITa pelaku diajak oleh korban untuk miras di tempatnya di Hotel Alvis Jaya melalui chat WhatsApp namun pelaku datang di hotel sekitar pukul 14.00 Wita,” kata Kombes Pol Eko Widiantoro dalam konferensi persnya di Mapolresta Kendari Senin, (13/1/2025).

Kemudian pada saat pelaku sampai di salah satu kamar hotel itu, ia langsung bertemu dengan korban dan menanyakan terkait minuman kerasnya sudah ada atau belum.

Namun saat itu, korban menyampaikan kepada tersangka bahwa korban telah menyuruh temannya yang saat ini belum diketahui untuk membeli miras tersebut.

Kapolres mengungkap saat menunggu miras tersebut korban dan pelaku sedang berbincang. Perbincangan awal yang berlangsung santai berubah menjadi panas saat keduanya terlibat adu mulut atau cekcok.

Sehingga emosi yang memuncak membuat Nazli mengambil pisau kerambit dari bawah bantal dan menyerang korban secara brutal. Korban yang mencoba melawan tetap tidak bisa menghindari serangan mematikan, hingga tewas dengan luka tikam dan sayatan sebanyak 21 kali.

“Saat korban sudah terjatuh tersangka menikam korban secara membabi buta yang mengakibatkan korban mengalami luka tusuk dan sabet sebanyak 21 kali,” ungkap Kapolresta Kendari.

Kapolres menuturkan setelah melakukan pembunuhan, Nazli berusaha menghilangkan jejak dengan menutupi tubuh korban menggunakan selimut hotel dan kaos putih.

Dia juga mencuci tangan yang berlumuran darah, mengambil barang milik korban seperti dompet dan handphone, lalu kabur dengan mengunci pintu kamar dari luar lalu melarikan diri.

“Pukul 18.00 WITa tersangka meninggalkan hotel tanpa ada yang melihat dan pergi ke sekitaran kampus untuk membuang sajam kerambit beserta dompet dan kunci kamar milik korban,” ujar Eko.

Sementara itu, motif pembunuhan diduga berawal dari perselisihan mendadak antara korban dan pelaku. Meskipun keduanya dikenal berteman dekat sejak lama, cekcok di dalam kamar hotel berujung pada aksi kekerasan fatal.

Namun kepolisian mendalami motif lain yang mungkin melatarbelakangi kasus pembunuhan ini termasuk yang membuat korban dan pelaku cekcok atau adu mulut.

“Kami bersyukur pelaku sudah berhasil kami tangkap namun untuk masalah motifnya masih kita dalami,” kata Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Nirwan Fakaubun.

Akibat perbuatannya tersebut pelaku dijerat pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.*(DW)

 

 

Editor:NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News