NewsMetro

Kota Kendari Wakili Provinsi Sultra Dalam Uji Coba KTP Digital

402
×

Kota Kendari Wakili Provinsi Sultra Dalam Uji Coba KTP Digital

Share this article
Iswanto Dongge/ Kadis Dukcapil Kota Kendari

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sedang melakukan uji coba menerbitkan KTP elektronik (e-KTP) dalam bentuk digital yang memiliki QR Code.

Proses uji coba hingga sejauh ini sudah dilakukan di 58 kabupaten/kota, diantaranya akan diterapkan di Kota  Kendari setelah seluruh syarat  oprasional terpenuhi.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Kendari Iswanto Dongge, Senin (24/01/2022).

Menurut Iswanto sebelum diberlakukan uji coba penggunaan KTP Digital maka harus terlebih dahulu melakukan persiapan yang menunjang berlangsungnya uji coba.

“Untuk menunjang program yang baru itu, saat ini sementara dibuat dulu bagaimana perangkat-perangkatnya, supaya pada saat penerapan KTP Digital itu tidak mendapatkan kendala, atau hal-hal yang kurang bagus” ungkap Iswanto.

Iswanto menerangkan untuk di Kota Kendari sendiri saat ini belum diberlakukan sistem KTP-Digital, sebab untuk menjalankan program tersebut harus didukung oleh struktur digital yang baik karena menyangkut keamanan data kependudukan Masyarakat.

“Layanan KTP Digital di Kendari Belum ada, tapi kami sedang merancang program supaya jangan sampai di hack datanya orang, karena disitu ada NIK” ungkapnya.

Untuk menjalankan program tersebut Dukcapik Kota Kendari masih melakukan persiapan untuk menunjang uji coba KTP-Digital, ia juga menerangkan jika di tahun 2022 ini akan mulai diberlakukan program tersebut.

“InsyaAllah, ditahun ini sudah akan di uji coba di 1 atau 2 orang, apakah sudah bisa berhubungan dengan lembaga-lembaga diluar dari Pemerintah Kota” Sambung Iswanto

Iswanto kembali menerangkan bahwa, Perbedaan KTP-Elektronik dan KTP-Digital hanya terletak pada fisiknya saja,namun fungsi dan datanya tetap sama.

“Dengan KTP digital, warga tidak perlu lagi menyimpan kartu tanda pengenal fisik. Masyarakat tinggal menunjukkan quick response (QR) code KTP digital dalam ponsel untuk keperluan administrasi.” Tutupnya.

Novrianti/Teramedia.id

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News