NewsDaerah

Kolaka Utara Terima Dana Insentif Fiskal Sebesar 5.9 M Dari Kementerian Keuangan 

572
×

Kolaka Utara Terima Dana Insentif Fiskal Sebesar 5.9 M Dari Kementerian Keuangan 

Share this article

TERAMEDIA.ID.KOLAKA.UTARA – Penjabat Bupati Kolaka Utara, Yusmin, S.Pd.,M.H., menghadiri acara penyerahan intensif fiskal kinerja tahun berjalan kategori kinerja penggunaan produk dalam negeri dan percepatan belanja daerah dan insentif desa tahun anggaran 2024 yang dilaksanakan oleh Kementerian Keuangan RI.

 

Kabupaten Kolaka Utara menerima alokasi insentif fiskal sebesar Rp 5.918.102.000 untuk kategori kinerja percepatan belanja daerah. Penyerahan dana tersebut dilakukan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, di Aula Mezzanine Gedung Juanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (24/09/2024)

 

Kegiatan ini dalam rangka mengapresiasi kinerja dan prestasi daerah yang telah berkontribusi dalam upaya penggunaan produk dalam negeri dan percepatan belanja daerah serta bagi desa berkinerja baik di TA 2024.

 

Dalam sambutannya, Yusmin menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri.

 

“Kami sangat berterima kasih atas insentif ini. Sebagai daerah dengan fiskal yang terbatas, bantuan ini sangat berarti untuk memperkuat APBD kami. Ini akan menjadi motivasi bagi kami di Kolaka Utara untuk terus meningkatkan kinerja ke depannya,” ujarnya.

 

Yusmin menekankan bahwa insentif ini tidak hanya membantu dalam aspek keuangan, tetapi juga menjadi katalisator bagi pengembangan berbagai program pembangunan di Kolaka Utara.

 

“Kami berharap dana ini dapat digunakan seoptimal mungkin untuk kesejahteraan masyarakat dan memajukan daerah kami,” pungkasnya. *(AF/M)

editor:DN

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News