NewsDaerahHukum & Kriminal

IRT di Konawe Utara Nekat Jualan Sabu

363
×

IRT di Konawe Utara Nekat Jualan Sabu

Share this article

TERAMEDIA.ID , KOTA KENDARI – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial HI (35) di tangkap Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Sultra karena nekat berjualan narkotika jenis sabu-sabu di Jalan Poros Kendari – Konut, Desa Tondowatu, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Direktur Reserse Narkoba Polda Sultra, Kombes Pol Muh.Eka Fathurrahman, mengatakan, awal mula penangkapan IRT tersebut berawal dari Informasi masyarakat bahwa adanya peredaran narkotika jenis sabu disebuah rumah di Jalan Poros Kendari Konut, Desa Tondowatu.

“Mendengar itu Tim Opsnal bergerak cepat menangkap pelaku dirumahnya serta mengamankan barang bukti 17 sachet paket diduga berisi Narkotika jenis Sabu dengan berat Brutto 10,32 Gram,”ujar Eka, Jumat (18/2/2022).

Lanjut Eka, Dari pengakuan pelaku, dia memperoleh narkotika jenis sabu tersebut dari suaminya.

“Ia mengedarkan barang haram tersebut dengan cara bertemu langsung dengan konsumennya”. Ungkap Eka.

Eka menambahkan saat ini pihaknya telah mengamankan tersangka beserta barang Bukti narkotika jenis sabu di Mako Direktorat Reserse Narkoba guna proses Penyidikan lebih lanjut.

Akibat perbuatannya, tersangka HI di jerat Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) UU. RI. No. 35 thn 2009 ttg Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Dewa/teramedia.id

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News