NewsMetro

Hendak Kabur Saat Ditangkap, Resedivis Curanmor di Kendari Ditembak Polisi

304
×

Hendak Kabur Saat Ditangkap, Resedivis Curanmor di Kendari Ditembak Polisi

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI – Buru Sergap (Buser) 77 SatReskrim Polresta Kendari menangkap dua resedivis pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang kerap meresahkan warga Kota Kendari.

Dua pelaku tersebut bernama Darwin Dg Sikki (32) dan Asriadi (28), keduanya diketahui warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kemudian, Salah Satu pelaku ditembak di bagian kaki usai melawan dan hendak berusaha kabur saat mau ditangkap.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi mengatakan, kedua pelaku ditangkap di dua tempat berbeda dalam wilayah Kota Kendari.

“Para pelaku ini ditangkap pada Rabu (22/3) ditempat berbeda, Pelaku bernama Darwin ditangkap di salah satu perumahan di Hombis, sedangkan pelaku bernama Asriadi ditangkap disekitar kota lama Kendari ,” Kata AKP Fitrayadi pada kamis (23/3/2023).

“Kedua pelaku juga diketahui adalah residivis dalam kasus yang sama yakni pencurian,” ujarnya.

Lanjut Fitrayadi mengungkapkan, kedua pelaku ditangkap berdasarkan laporan korban bernama Laode Jamsir (30), yang kehilangan motornya, di halaman parkir Bengkel Reyhan Variasi Mobil, yang beralamat di Jl. Wayong, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

“Saat itu korban yang memarkirkan motornya di depan bengkel, dan hendak masuk makan malam dalam rumah, namun korban lupa mencabut kunci kontaknya, setelah selesai makan korban datang melihat motornya di tempat parkir, namun sudah tidak ada,” Ungkapnya.

Kini kedua pelaku sudah mendekam dalam sel tahanan Mapolresta Kendari, guna proses hukum lebih lanjut, dan di jerat Pasal 363 Ayat (1) ke-3 KUHPidana dan atau Pasal 362 KUHPidana.

“dengan ancaman hukuman penjara selama 7 tahun,” Pungkasnya.

 

Reporter: Dewa

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News