NewsHukum & Kriminal

Hasil Operasi Patuh Anoa 2024, 168 Kendaraan Diamankan Satlantas Polresta Kendari

394
×

Hasil Operasi Patuh Anoa 2024, 168 Kendaraan Diamankan Satlantas Polresta Kendari

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Satlantas Polresta Kendari berhasil mengamankan 168 kendaraan dalam operasi patuh anoa 2024 yang dilaksanakan pada 15 hingga 28 juli 2024.

 

Kasat Lantas Polresta Kendari, AKP Syahrul mengatakan, Dari 168 kendaraan yang terjaring terdapat 126 kendaraan roda 2 dan 4 tidak memiliki dokumen lengkap dan 48 berknalpot brong.

 

“Kendaraan yang diamankan dalam razia tersebut umumnya karena tidak memiliki dan melengkapi dokumen serta berknalpot brong atau bogar,” Kata Syahrul kepada awak media, Rabu (31/7/2024).

 

Diungkapkan, jumlah kendaraan yang terjaring dalam operasi ini menurun dari operasi sebelumnya, hal ini diklaim bahwa kesadaran berlalu lintas di wilayah polresta kendari mulai meningkat.

 

“Hasil operasi kali ini menurun dari sebelumnya, ini salah satu dampak rutinitas operasi yang telah dilakukan sehingga kesadaran warga mulai meningkat,” ungkapnya.

 

Syahrul menuturkan, pengendara yang terjaring razia langsung ditilang di tempat, sementara roda 2 dan 4 yang berknalpot brong diamankan hingga pemilik kendaraan membawa dan memasang knalpot standar di Satlantas Polresta Kendari.

 

“Knalpot brong tetap kita tilang dan kendaraannya disita hingga mereka membawa dan memasang knalpot standarnya di Satlantas,” jelasnya.

 

Satlantas Polresta Kendari berharap kesadaran warga dalam berkendara dapat terus meningkat sehingga mampu meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas.

 

Diketahui kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu pembunuh nomor 1 di Indonesia akibat minimnya kesadaran saat berlalu lintas di jalan.*(DW)

editor:DN

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News