NewsDaerahHukum & Kriminal

Giat Cipta Kondisi dikolaka, Polisi Temukan Warga Membawa Narkoba Saat Berkendara

×

Giat Cipta Kondisi dikolaka, Polisi Temukan Warga Membawa Narkoba Saat Berkendara

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOLAKA – Polsek Kolaka dalam rangka mengantisipasi kerawanan Keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dihari libur dan jelang hari raya waisak, menggelar giat sipta kondisi (Cipkon), (15/5/2022)

Bertempat di depan Markas Komando (Mako) Polsek Kolaka, Giat Sipkon ini dilangsungkan dan dipimpin langsung Kapolsek Kolaka AKP Moh. Asyura Majid, SH didampingi Wakapolsek Kolaka IPTU Richul dan jajaran polsek kolakal ainnya.

Adapun sasaran pelaksanaan cipkon, yaitu Sajam, Miras,Narkotika,Penyakit masyarakat, Curanmor, Pelanggaran lalu lintas, dan lainnya.

Saat operasi berjalan sekitar pukul 21.10 Wita, aparat kemudian memberhentikan 3 orang pengendaran motor inisial “S” (Laki/27), inisial ‘R” (wanita/22) dan inisial “DKZ” (Wanita/21) yang seluruhnya merupakan warga kolaka.

Saat dilakukan pemeriksaan, aparat kepolisian kemudian menemukan barang bukti yang dicurigai berupa 1 Sachet plastik klip bening berisikan bubuk kristal diduga narkotika jenis shabu, ditemukan didalam casing Handphone milik wanita “DKZ”, kemudian 1 set alat isap shabu (bong) ditemukan di bagasi motor milik lelaki “S”, serta 1 buah pirex ditemukan didalam tas milik wanita “DKZ”.

Kapolsek Kolaka

” Malam ini kami melakukan giat sipkon, sekitar 30 menit (operasi) kemudian anggota kami menemukan dia (3 orang) dan menghentikan kendaraannya. Dan setelah diadakan pemeriksaan ternyata di belakang HP nya itu ternyata ada shabu ” ucap Kapolsek Kolaka.

Kini para terduga pelaku dan barang bukti diamankan di mako Polsek Kolaka , untuk kemudian dilakukan koordinasi dengan Satreskrim Narkoba Polres Kolaka dalam rangka proses pemeriksaan lebih lanjut.

redaksi/teramedia.id

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News