News

DPT Pilkada 2024 di Rutan Kelas II A Kendari, Sultra Berjumlah 651 Orang, Tujuh Diantaranya Merupakan Petugas KPPS

×

DPT Pilkada 2024 di Rutan Kelas II A Kendari, Sultra Berjumlah 651 Orang, Tujuh Diantaranya Merupakan Petugas KPPS

Share this article

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI- Daftar Pemilih Tetap atau DPT Pilkada 2024, di lokasi khusus Rutan Kelas II A Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, berjumlah 651 orang dengan jumlah  TPS sebanyak 2 buah.

Terdiri dari 644 orang laki-laki dan 7 orang wanita. Perlu diketahui 7 orang wanita tersebut merupakan petugas KPPS yang berasal dari Rutan Kelas II A Kendari.

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas II A Kendari, Albert Tepu B. Mengatakan, seluruh warga binaan yang masuk dalam DPT maupun DPTb, diberikan haknya untuk memilih calon Kepala Daerah pada Pilkada 2024.

“Jadi seluruh warga binaan yang masuk dalam DPT maupun DPTb, tetap memperoleh hak-hak mereka di dalam,” ucap Albert, Sabtu (21/9/2024).

Albert menjelaskan, untuk warga binaan yang tidak terdaftar merupakan dia yang potensi bebasnya sebelum pelaksanaan Pilkada atau sebelum 27 November 2024.

“Jadi kami tidak usah memasukkan dalam rekap untuk DPS maupun DPT, kurang lebih ada 102 orang,” jelas Albert.

Albert juga menerangkan, warga binaan di Lapas Kelas II A Kendari yang masuk dalam DPT tidak memerlukan pendampingan pada saat Pilkada, sebab tidak ada yang disabilitas.

Lebih lanjut, hingga kini pihaknya masih menunggu jadwal dari KPU Kendari, untuk melaksanakan sosialisasi di dalam Lapas terkait calon-calon yang ada.

“Ada divisi yang membawahi untuk sosialisasi di Lapas Rutan warga binaan, bagaimana cara pelaksanaan, termasuk perkenalan terhadap calon-calon yang akan dipilih nantinya. Baik itu Gubernur -Wakil Gubernur, maupun Wali Kota – Wakil Wali Kota,” bebernya.

Perlu diketahui, untuk jumlah warga binaan di Lapas Kelas II A Kendari yaitu sebanyak 755 orang.*(NV

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News