NewsHukum & KriminalMetro

Beraksi di 12 TKP, 2 Pelaku Spesialis Curanmor di Kendari Diringkus Polisi

×

Beraksi di 12 TKP, 2 Pelaku Spesialis Curanmor di Kendari Diringkus Polisi

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Buser 77 Satreskrim Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari berhasil meringkus dua pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) berinisial AL (23), dan LD (23), Pada Senin 15 Juli 2024, sekitar pukul 10.00 Wita.

Keduanya diringkus di tempat persembunyian nya di dua lokasi di Kota Kendari. Al diringkus di Kelurahan Lalolara sementara rekannya LD diringkus polisi di Kelurahan Mokoau. Dari tangan keduanya, polisi mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor hasil curian.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Kendari AKP Fitrayadi mengungkapkan kedua pelaku ditangkap setelah polisi menerima laporan korban bernama Hartomo warga Perumahan Kendari Permai Kota Kendari.

“Keduanya ditangkap berdasarkan bukti permulaan yang cukup diduga keras telah melakukan TP curanmor yang terjadi di BTN Kendari Permai pada hari Kamis 23 Mei 2024 lalu,” ungkapnya, Selasa (16/7/2024).

AKP Fitrayadi menambahkan, kedua pelaku Al dan LD merupakan spesialis curanmor. Dari pengakuan keduanya sudah beberapa kali maling motor dan hasilnya di jual keluar kota.

“Dari hasil interogasi, kedua pelaku telah melakukan Curanmor di 12 tempat berbeda di Kota Kendari dan telah dijual ke Kabupaten Buton Utara,” ujarnya.

Atas perbuatannya kedua pelaku dijerat Pasal 363 KUHP Junto Pasal 55, 56 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun kurungan penjara. Saat ini kedua pelaku dan barang bukti diamankan di Polresta Kendari guna penyelidikan lebih lanjut.*(DW)

 

Editor:NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News