NewsDaerah

Banyak Amblas dan Lubang di Jalur By Pass Lasusua-Tobaku, Dinas PUPR Kolut Angkat Bicara

642
×

Banyak Amblas dan Lubang di Jalur By Pass Lasusua-Tobaku, Dinas PUPR Kolut Angkat Bicara

Share this article

TERAMEDIA.ID.KOLAKA.UTARA – Kondisi jalur By Pass yang menghubungkan Lasusua-Tobaku yang berada di Desa Lanipa-nipa, Kecamatan Katoi, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), amblas dan menyisahkan lubang dalam pada sisi barat jalan.

Hal tersebut cukup meresahkan bagi para pengguna jalan yang melintas di wilayah tersebut, terlebih pada malam hari.

Menanggapi hal tersebut, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyebut ada dua pihak yang bertanggung jawab terkait ruas By Pass Lasusua, yaitu Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV.

“Mengenai By Pass yang ada di Lasusua, itu sekarang ditangani oleh balai BPJN. Namun dalam kondisi sekarang, terdapat beberapa lubang-lubang, setelah kami koordinasi dengan pihak Balai, untuk tahun ini belum ada mereka porsikan atau anggarkan,” ungkap Mukramin selaku Kepala Dinas PUPR saat ditemui di Kantornya, Rabu (16/04/2025).

Terlepas dari status jalur By Pass yang telah diambil alih pusat, ia menegaskan akan mengambil langkah penanganan sementara untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan.

“Namun melihat kondisi tersebut, karena ini adalah wilayah kita,tentunya yang banyak menggunakan adalah masyarakat Kolaka Utara. Kami dari Dinas PUPR tentu prihatin melihat kondisi tersebut, dan insya Allah dalam waktu dekat, setelah mobilisasi alat dari Utara (lokasi bencana), kami akan kasi singgah di By Pass untuk melakukan penanganan-penanganan tersebut,” tutupnya. *(AF)

 

Editor:NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News