NewsMetro

Apkulindo Sultra Manfaatkan STQH, Siap Gelar Roadshow Kuliner di 17 Kabupaten/Kota

3
×

Apkulindo Sultra Manfaatkan STQH, Siap Gelar Roadshow Kuliner di 17 Kabupaten/Kota

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI- Pengusaha Kuliner Indonesia (Apkulindo) Sulawesi Tenggara memanfaatkan momentum Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) sebagai ajang strategis untuk memperkenalkan produk kuliner khas daerah kepada masyarakat luas. Ketua terpilih Apkulindo Sultra, H. Rahman, menyebut STQH menjadi pintu emas untuk menampilkan potensi kuliner lokal agar lebih dikenal dan mampu bersaing, tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional hingga internasional.

“STQH ini adalah momentum besar. Seluruh masyarakat akan hadir, dan inilah kesempatan kita memperlihatkan kuliner Sultra sebagai kebanggaan daerah. Kami ingin menjadikan kuliner bukan hanya kebanggaan lokal, tapi juga berdaya saing hingga nasional bahkan internasional” ujarnya. Kamis (2/10).

Dalam kesempatan itu, Rahman mengumumkan rencana roadshow kuliner yang akan digelar di 17 kabupaten dan kota di Sultra. Kegiatan ini akan menghadirkan produk-produk kuliner unggulan yang telah melalui proses kurasi, dengan kualitas rasa, kemasan, dan branding yang mampu bersaing di pasar. Ia menegaskan bahwa agenda roadshow bukan sekadar pameran, melainkan juga ruang pembelajaran bagi pelaku usaha kuliner daerah agar bisa setara dalam pengetahuan, keterampilan, dan strategi pengembangan usaha.

Rahman menambahkan bahwa kehadiran Apkulindo juga diharapkan dapat membantu memutar roda perekonomian di berbagai kabupaten dan kota. Dengan merata, perputaran ekonomi akan semakin terasa manfaatnya bagi masyarakat “Tujuan kita sederhana, perputaran ekonomi harus merata di kabupaten kota. Dengan begitu, keadilan sosial bisa benar-benar dirasakan oleh semua” tegasnya.

Saat ini, Apkulindo Sultra baru mencatat sekitar 200 anggota dengan kepengurusan 41 orang. Namun, target besar telah dipatok, yaitu menjaring 1.000 anggota hingga akhir tahun. Setelah pelantikan ini, pihaknya segera melantik pengurus baru di empat hingga lima kabupaten kota yang telah menyatakan siap bergabung.

Sementara itu, Ketua Umum Apkulindo, Masbukhin Pradhana, yang hadir dalam acara tersebut mengingatkan pentingnya kualitas rasa dan kemasan dalam mengembangkan usaha kuliner. Menurutnya, momentum STQH sangat tepat untuk mengangkat kuliner daerah ke panggung yang lebih luas “Kuliner harus enak, bergizi, dan dikemas dengan baik. Promosi lewat momen besar seperti STQH adalah langkah tepat. Tinggal kita perkuat pelatihan digital marketing dan akses permodalan, maka kuliner Sultra akan semakin dikenal” katanya.

Dengan sinergi bersama pemerintah provinsi, kabupaten kota, lembaga keuangan, dan para pelaku UMKM, Apkulindo Sultra optimistis kuliner daerah mampu menjadi ikon kebanggaan baru.*(MW)

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News