NewsMetro

Pemkot Kendari Salurkan Bantuan Beras, 7.046 Keluarga di Tiga Kecamatan Terima 30 Kilogram

22
×

Pemkot Kendari Salurkan Bantuan Beras, 7.046 Keluarga di Tiga Kecamatan Terima 30 Kilogram

Share this article

TERAMEDIA.ID,KENDARI, – Pemerintah Kota Kendari mulai menyalurkan Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada masyarakat penerima bantuan pangan, dengan menyasar 7.046 keluarga di Kecamatan Poasia, Abeli dan Nambo. Penyaluran perdana dilakukan di Pantai Nambo, Kamis (13/8/2026).

Bantuan tersebut merupakan program pemerintah pusat yang diberikan berdasarkan data terpadu nasional. Untuk Kota Kendari, alokasi bantuan pangan mencakup 27.660 keluarga yang tersebar di 11 kecamatan dan 65 kelurahan.

Setiap keluarga penerima bantuan mendapatkan 10 kilogram beras setiap bulan untuk alokasi Juli, Agustus dan September 2026. Karena disalurkan secara sekaligus, penerima pada tahap ini menerima 30 kilogram beras.

Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan sosial sekaligus menjaga stabilitas pangan di daerah.

“Pemberian bantuan pangan ini dalam rangka memperkuat perlindungan sosial bagi warga kita yang kurang, sekaligus dalam rangka menjaga stabilitas pangan di Kota Kendari,” ujar Siska.

Pada penyaluran perdana, bantuan diberikan kepada 7.046 keluarga. Rinciannya, Kecamatan Poasia sebanyak 3.123 keluarga dari lima kelurahan, Kecamatan Abeli sebanyak 2.220 keluarga dari tujuh kelurahan, serta Kecamatan Nambo sebanyak 1.703 keluarga dari enam kelurahan.

Sementara penyaluran untuk delapan kecamatan lainnya akan dilakukan secara bertahap. Perum Bulog nantinya mengantarkan bantuan hingga ke kelurahan sehingga masyarakat penerima dapat mengambil bantuan di titik yang telah ditentukan.

Siska menegaskan, penerima bantuan ditetapkan berdasarkan data yang telah ditentukan pemerintah dan bukan berdasarkan kedekatan dengan pejabat maupun kepentingan politik.

Ia meminta masyarakat tidak berasumsi bahwa penerima bantuan dipilih berdasarkan hubungan dengan Wali Kota, Forkopimda maupun anggota DPR.

“Yang mendapatkan bantuan ini benar-benar yang membutuhkan, tanpa pengecualian. Semua memang diberikan kepada yang berhak,” tegasnya.

Menurut Siska, penyaluran bantuan pangan tersebut juga menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah dinamika harga dan kondisi ekonomi.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog Wilayah Sulawesi Tenggara yang mendukung proses penyaluran bantuan hingga diterima masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bulog Kanwil Sultra Erdi Baskoro mengatakan, Bulog mendapat penugasan untuk menyalurkan bantuan pangan beras untuk periode Juli, Agustus dan September 2026. Setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras per bulan.

Untuk Sulawesi Tenggara, jumlah penerima bantuan pangan disebut mengalami peningkatan dari sekitar 317 ribu menjadi sekitar 324 ribu penerima. Khusus Kota Kendari, terdapat sekitar 27.660 penerima.

Erdi menegaskan Bulog siap mengawal proses penyaluran agar bantuan diterima masyarakat sesuai ketentuan.

“Bulog siap mengawal, Bulog siap menyalurkan, dan Bulog siap menyukseskan sehingga bantuan pangan tepat sasaran, tepat waktu, tepat kualitas dan tepat kuantum,” katanya.

Ia juga meminta dukungan pemerintah kecamatan, kelurahan, pendamping, petugas pelaksana hingga transporter agar proses distribusi berjalan lancar.

Erdi berharap program bantuan pangan dapat terus berlanjut. Menurutnya, keberlanjutan program tersebut juga berkaitan dengan kemampuan Bulog dalam menjaga ketersediaan beras melalui penyerapan gabah petani.

Secara nasional, penyerapan pengadaan Bulog tahun ini disebut telah mencapai sekitar 3,85 juta ton dari target 4 juta ton. Sementara di Sulawesi Tenggara, penyerapan gabah telah mencapai sekitar 160 ribu ton dari target 233 ribu ton.

Penyaluran bantuan pangan ini diharapkan tidak hanya membantu meringankan beban pengeluaran keluarga penerima, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan dan stabilitas pangan masyarakat.(SM)