NewsMetro

Kendari Buka Peluang Kerja Sama dengan China, Fokus Investasi hingga Pariwisata

38
×

Kendari Buka Peluang Kerja Sama dengan China, Fokus Investasi hingga Pariwisata

Share this article

TERAMEDIA.ID, YOGYAKARTA, – Pemerintah Kota Kendari mulai membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan pemerintah daerah dan mitra usaha dari China. Langkah tersebut dibahas Wali Kota Kendari, dr. Siska Karina Imran, saat menghadiri China-Indonesia Local Government Cooperation Dialogue 2026 di Bima Room, Balai Kota Yogyakarta, Selasa (11/8/2026).

Forum bertema “Set Sail on a New Voyage: Local Cooperation for Building a China-Indonesia Community with a Shared Future” itu mempertemukan pemerintah daerah Indonesia dan China untuk menjajaki berbagai bentuk kerja sama yang dapat mendukung pembangunan daerah.

Wali Kota Siska hadir bersama Wakil Wali Kota Kendari Sudirman dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis. Keterlibatan OPD dinilai penting agar peluang yang muncul dalam forum tidak berhenti sebatas komunikasi, tetapi dapat dikaji berdasarkan kebutuhan dan potensi Kota Kendari.

Siska mengatakan Pemerintah Kota Kendari terbuka terhadap berbagai peluang kemitraan internasional, terutama kerja sama yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kita ingin kerja sama antardaerah ini tidak berhenti pada pertemuan atau pertukaran informasi saja. Yang paling penting adalah bagaimana peluang kerja sama tersebut dapat diterjemahkan menjadi program yang konkret dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Siska.

Menurutnya, sejumlah sektor memiliki peluang untuk dikembangkan bersama mitra dari China. Di antaranya investasi, pariwisata, UMKM, perdagangan, kebudayaan, transformasi digital hingga pengelolaan lingkungan.

Kehadiran OPD teknis dalam forum juga diarahkan untuk melakukan penjajakan secara langsung dengan calon mitra. Dengan begitu, setiap peluang dapat dipetakan mulai dari kebutuhan, bentuk kerja sama, hingga kemungkinan tindak lanjutnya.

“Karena itu kami hadir bersama OPD teknis. Mereka harus melihat secara langsung peluang apa yang bisa dikembangkan, mitra mana yang potensial, dan apa yang dapat kita tindak lanjuti sesuai kebutuhan serta potensi Kota Kendari,” katanya.

Forum yang diselenggarakan United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC), Chinese People’s Association for Friendship with Foreign Countries (CPAFFC), bersama Pemerintah Kota Yogyakarta tersebut juga menghadirkan Interactive Matchmaking Session.

Sesi tersebut menjadi ruang bagi pemerintah daerah Indonesia untuk bertemu langsung dengan calon mitra dari China dalam membahas peluang investasi, pariwisata, kebudayaan, mobilitas dan transportasi.

Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi mengatakan pemerintah daerah memiliki posisi strategis dalam menerjemahkan hubungan internasional menjadi program pembangunan yang dirasakan masyarakat.

Menurutnya, kerja sama antardaerah dapat diarahkan pada peningkatan pelayanan publik, pembangunan berkelanjutan, penguatan ekonomi dan UMKM, serta pertukaran pemuda.

Wali Kota Siska menilai forum tersebut menjadi kesempatan bagi Kendari untuk tidak hanya mencari mitra, tetapi juga memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada dunia internasional.

“Semangatnya adalah membangun kemitraan yang saling menguntungkan. Kita terbuka untuk belajar dari daerah lain, termasuk dari China, sekaligus memperkenalkan potensi Kendari yang bisa dikembangkan bersama,” tuturnya.

Bagi Pemkot Kendari, pertemuan Indonesia-China tersebut menjadi salah satu pintu untuk memperluas jejaring kerja sama sekaligus mencari peluang baru bagi pembangunan daerah. Hasil penjajakan selanjutnya diharapkan dapat diarahkan pada kerja sama yang memiliki target, program dan manfaat yang jelas bagi masyarakat Kota Kendari.(SM)