NewsMetro

Kasus TBC Meningkat, Pemkot Kendari Bentuk 62 Kelurahan Siaga dan Perluas Pemeriksaan Kesehatan Gratis

33
×

Kasus TBC Meningkat, Pemkot Kendari Bentuk 62 Kelurahan Siaga dan Perluas Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI, – Pemerintah Kota Kendari memperkuat strategi penanggulangan tuberkulosis (TBC) dan stunting dengan melibatkan seluruh elemen hingga tingkat kelurahan. Upaya tersebut ditandai melalui Rapat Koordinasi Bidang Kesehatan yang dirangkaikan dengan peluncuran Kelurahan Siaga TBC, program Kendari Tuntas TBC, dan Paket Sehat Spesial di Kendari, Selasa (14/7/2026).

Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya temuan kasus TBC di Kota Kendari sekaligus memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan sebanyak 62 kelurahan akan menjadi pusat deteksi dini dan pelacakan faktor risiko TBC. Melalui program tersebut, pemerintah akan mengoptimalkan peran lurah, RT/RW, LPM, kader Posyandu, PKK, hingga tenaga kesehatan untuk mempercepat penemuan kasus dan memastikan pasien mendapatkan pengobatan.

“Kelurahan Siaga TBC akan menjadi pusat identifikasi dan pelacakan masyarakat yang memiliki faktor risiko maupun lingkungan yang berpotensi menjadi sumber penularan. Semua stakeholder harus bergerak bersama agar penanganannya lebih cepat dan tepat,” kata Siska.

Menurutnya, rapat koordinasi kali ini menjadi forum menyatukan langkah seluruh pelaksana program kesehatan, mulai dari Forkopimda, perangkat daerah, camat, lurah, hingga unsur masyarakat. Informasi yang diperoleh dalam rapat tersebut akan diteruskan ke tingkat paling bawah agar setiap program pemerintah dapat dijalankan secara seragam.

Siska mengungkapkan, kasus TBC di Kota Kendari mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 tercatat 1.660 kasus, meningkat menjadi 1.678 kasus pada 2024, lalu melonjak menjadi 2.126 kasus pada 2025. Hingga Juni 2026, jumlah kasus yang ditemukan telah mencapai 923 orang dan sebanyak 896 pasien atau sekitar 97,1 persen telah menjalani pengobatan.

Menurutnya, tingginya angka temuan bukan berarti kondisi semakin buruk, tetapi menunjukkan sistem deteksi dini berjalan lebih efektif. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak malu memeriksakan diri apabila mengalami batuk berkepanjangan, nyeri dada, penurunan berat badan, demam berulang, atau kerap berkeringat pada malam hari.

“TBC merupakan silent killer yang menular melalui udara. Semakin cepat ditemukan, semakin cepat diobati dan semakin kecil risiko penularannya. Karena itu kami mengajak masyarakat terbuka untuk memeriksakan diri demi melindungi keluarga dan lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Selain fokus pada TBC, Pemerintah Kota Kendari juga terus menggenjot percepatan penurunan angka stunting. Siska menyebut jumlah balita stunting berhasil ditekan dari sekitar 500 kasus menjadi 460 kasus sepanjang 2025 melalui berbagai intervensi yang dilakukan Satgas Percepatan Penurunan Stunting.

Meski menunjukkan tren penurunan, ia meminta Dinas Kesehatan segera menyelaraskan data daerah dengan data Kementerian Kesehatan agar kebijakan yang diambil benar-benar berdasarkan kondisi riil di lapangan.

“Kita yang paling mengetahui kondisi masyarakat karena kita yang menjalankan program di lapangan. Sinkronisasi data harus segera dilakukan supaya seluruh intervensi tepat sasaran,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga meluncurkan Paket Sehat Spesial yang akan berlangsung mulai 17 Juli hingga 17 Agustus 2026. Program ini menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis dengan target menjangkau 90 persen masyarakat, meningkat dibanding capaian tahun sebelumnya yang mencapai 71 persen.

Ia menegaskan pemeriksaan kesehatan akan dilakukan secara terintegrasi. Selain mendeteksi penyakit tidak menular, petugas juga akan mengumpulkan berbagai data pendukung yang dapat dimanfaatkan oleh organisasi perangkat daerah dalam menyusun kebijakan pelayanan publik berbasis satu data.(SM)