DaerahNewsSosial BudayaUncategorized

Festival Liangkobori Ke-4 Angkat Tradisi Leluhur Muna ke Panggung Dunia

25
×

Festival Liangkobori Ke-4 Angkat Tradisi Leluhur Muna ke Panggung Dunia

Share this article

TERAMEDIA.ID,  MUNA- Liangkobori ke-4 tidak hanya menghadirkan berbagai perlombaan, tetapi juga menjadi ruang pelestarian sekaligus promosi budaya masyarakat Muna kepada khalayak yang lebih luas. Beragam tradisi dan permainan rakyat ditampilkan sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

 

Salah satu tradisi yang menjadi perhatian adalah Ewa Muna, seni bela diri tradisional yang memadukan unsur tari, olahraga, dan teknik pertahanan diri. Pertunjukan ini memperlihatkan ketangkasan sekaligus filosofi kehidupan masyarakat Muna yang menjunjung keberanian, kehormatan, dan sportivitas.

 

Festival juga menampilkan Modero, tarian tradisional yang menjadi simbol persaudaraan dan silaturahmi. Tarian ini dimainkan secara massal dengan bergandengan tangan membentuk lingkaran, diiringi nyanyian, pantun, serta musik tradisional yang mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat Muna.

 

Kekayaan kuliner turut diperkenalkan melalui Tunuha, makanan tradisional berbahan dasar ubi kayu, kelapa parut, dan gula merah yang proses pembuatannya dilakukan secara gotong royong. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus rasa syukur dalam kehidupan masyarakat.

Selain itu, pengunjung dapat menyaksikan Kalego, permainan tradisional menggunakan tempurung kelapa yang dimainkan secara berkelompok. Permainan yang dahulu menjadi hiburan masyarakat saat malam bulan purnama ini mengajarkan kekompakan, strategi, dan sportivitas.

Festival juga menghadirkan Kaghati Kolope, layang-layang tradisional berbahan daun umbi hutan yang telah dikenal sebagai salah satu layang-layang tertua di dunia dengan sejarah lebih dari 4.000 tahun. Keunikan bentuk dan nilai historisnya menjadi bukti tingginya peradaban budaya masyarakat Muna sejak masa lampau.

Melalui penampilan berbagai tradisi tersebut, Festival Liangkobori ke-4 menegaskan komitmennya sebagai wadah pelestarian budaya sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan adat, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat Muna kepada masyarakat Indonesia maupun dunia. (DN)