NewsMetro

Diskominfo Kota Kendari Jadi Referensi Bontang, Pengelolaan Media Digital hingga Call Center 112 Dipelajari

23
×

Diskominfo Kota Kendari Jadi Referensi Bontang, Pengelolaan Media Digital hingga Call Center 112 Dipelajari

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI, – Transformasi digital yang dikembangkan Pemerintah Kota Kendari kembali mendapat perhatian pemerintah daerah lain. Kali ini, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bontang, Kalimantan Timur, memilih Kota Kendari sebagai lokasi studi tiru untuk mempelajari pengelolaan pemerintahan berbasis elektronik (e-government), strategi komunikasi publik, hingga layanan pengaduan masyarakat melalui Call Center 112.

Rombongan yang dipimpin Kepala Diskominfo Kota Bontang, Andi Hasanuddin Akmal, diterima langsung Kepala Diskominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, di Command Center Kota Kendari, Senin (6/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Sahuriyanto menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Kendari terus mengembangkan sistem pelayanan publik berbasis digital agar masyarakat semakin mudah memperoleh informasi sekaligus menyampaikan berbagai aspirasi dan pengaduan.

Menurutnya, salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah integrasi portal resmi Pemerintah Kota Kendari dengan berbagai platform media sosial. Seluruh aktivitas pembangunan dan pelayanan pemerintah dipublikasikan secara rutin melalui website resmi serta kanal digital lainnya sehingga informasi dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

“Media sosial saat ini memiliki peran yang sangat besar. Tidak hanya sebagai media penyebaran informasi, tetapi juga menjadi sumber data yang dapat dianalisis untuk melihat berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat. Dari sana kita bisa menyusun rekomendasi bagi pimpinan dalam menentukan langkah penyelesaian,” ujar Sahuriyanto.

Ia mengungkapkan, sepanjang Januari hingga Juni 2026, portal resmi Pemerintah Kota Kendari telah memproduksi 733 berita dengan rata-rata empat berita setiap hari. Dalam periode yang sama, jumlah pengunjung website mencapai lebih dari 25 ribu pengguna dengan total tayangan sekitar 2,2 juta kali.

Selain penguatan komunikasi publik, Pemerintah Kota Kendari juga mengembangkan layanan Call Center 112 yang terintegrasi dengan Command Center sebagai pusat layanan darurat selama 24 jam.

Melalui layanan tersebut, berbagai laporan masyarakat langsung diteruskan kepada organisasi perangkat daerah maupun instansi vertikal yang telah menjalin kerja sama, seperti PLN, Basarnas, Polres, Kodim, hingga Satpol PP.

Sahuriyanto mengatakan, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan layanan tersebut karena memungkinkan setiap pengaduan ditangani secara lebih cepat sesuai kewenangan masing-masing.

“Kami ingin masyarakat cukup menghubungi satu nomor ketika membutuhkan bantuan. Selanjutnya sistem akan meneruskan laporan kepada instansi terkait sehingga penanganannya menjadi lebih efektif dan terkoordinasi,” katanya.

Ke depan, Pemerintah Kota Kendari juga akan terus memperkuat Command Center melalui penambahan perangkat pendukung, termasuk kamera pengawas (CCTV), guna meningkatkan efektivitas pemantauan dan pelayanan publik berbasis teknologi.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Bontang, Andi Hasanuddin Akmal, mengaku terkesan dengan pengelolaan sistem digital yang diterapkan Pemerintah Kota Kendari. Menurutnya, keberhasilan Kota Kendari membangun ekosistem digital yang terintegrasi menjadi referensi penting bagi Kota Bontang.

“Kami melihat Kota Kendari berhasil mengelola website pemerintah, media sosial, hingga Call Center 112 secara terpadu. Bahkan jumlah tayangan informasi pemerintah mencapai jutaan. Ini menjadi pengalaman berharga yang ingin kami pelajari dan terapkan di Kota Bontang,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keberadaan Command Center Kota Kendari yang dinilai mampu mendukung pelayanan publik secara real time melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi awal kerja sama yang lebih erat antara kedua daerah dalam pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), sehingga inovasi pelayanan publik berbasis digital dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.(SM)