PariwisataNews

Penerbangan Langsung Bali–Wakatobi Dibuka 16 Juli, Wagub Hugua: Momentum Besar Dongkrak Pariwisata Sultra

137
×

Penerbangan Langsung Bali–Wakatobi Dibuka 16 Juli, Wagub Hugua: Momentum Besar Dongkrak Pariwisata Sultra

Share this article

 

TERAMEDIA.ID, Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara optimistis sektor pariwisata akan semakin bergairah dengan dibukanya rute penerbangan langsung Bali–Wakatobi yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 16 Juli 2026. Kehadiran rute baru menggunakan pesawat jet TransNusa tersebut diyakini menjadi langkah strategis membuka akses wisatawan menuju salah satu destinasi unggulan Indonesia.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, saat menghadiri kegiatan Bhayangkara Sultra Run dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Kota Kendari, Minggu (5/7/2026).

Menurut Hugua, pembukaan rute Bali–Wakatobi menjadi kabar baik bagi dunia pariwisata Sulawesi Tenggara karena akan mempermudah wisatawan domestik maupun mancanegara menjangkau Wakatobi yang selama ini dikenal sebagai pusat Segitiga Terumbu Karang Dunia (*Coral Triangle*) sekaligus salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

“Tanggal 16 Juli 2026 akan mulai beroperasi penerbangan langsung Bali–Wakatobi menggunakan pesawat jet TransNusa. Ini menjadi momentum penting untuk mempercepat pertumbuhan pariwisata Sulawesi Tenggara. Kami mengajak masyarakat Indonesia menjadikan Wakatobi sebagai destinasi pilihan untuk berlibur,” ujar Hugua.

Ia mengatakan Wakatobi selama ini menjadi lokomotif pengembangan pariwisata Sulawesi Tenggara. Namun, kekuatan sektor wisata daerah tidak hanya bertumpu pada kawasan tersebut, melainkan didukung beragam destinasi yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Menurutnya, Sulawesi Tenggara memiliki kekayaan alam yang lengkap, mulai dari pegunungan, hutan, danau, sungai, pantai, hingga keindahan bawah laut kelas dunia yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

“Wakatobi memang menjadi ikon pariwisata Sulawesi Tenggara, tetapi daerah ini memiliki banyak destinasi unggulan lainnya. Hampir semua potensi wisata tersedia di Sulawesi Tenggara dan itu menjadi modal besar untuk mengembangkan industri pariwisata yang berkelanjutan,” katanya.

Hugua menjelaskan konsep pengembangan pariwisata Sulawesi Tenggara tidak hanya berpusat di Wakatobi, tetapi juga terhubung melalui sejumlah kawasan unggulan yang dikenal sebagai **Wakatobi Beyond Seven Wonders**.

Kawasan tersebut meliputi Benteng Keraton Buton sebagai salah satu benteng terluas di dunia, situs prasejarah Liang Kabori di Pulau Muna, kawasan Rawa Aopa yang menjadi habitat satwa dan ekosistem sagu, destinasi Labengki di Konawe Utara, kawasan Kendari–Wawonii, hingga kawasan mangrove di Buton Utara yang disebut sebagai salah satu hamparan mangrove terbesar di Asia Tenggara.

Ia menilai seluruh destinasi tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi satu paket wisata yang saling terhubung sehingga mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan di Sulawesi Tenggara.

Selain aksesibilitas, Hugua menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi utama pertumbuhan sektor pariwisata. Menurutnya, rasa aman menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan wisatawan untuk berkunjung.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi penyelenggaraan Bhayangkara Sultra Run yang dinilai bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi mampu mendukung pengembangan *sport tourism* di Sulawesi Tenggara.

“Kegiatan seperti ini memberi dampak ganda. Selain mengajak masyarakat hidup sehat dan mempererat silaturahmi, juga menjadi media promosi daerah. Sport tourism memiliki peran besar dalam menggerakkan sektor pariwisata karena mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus memperkenalkan potensi daerah,” jelasnya.

Hugua menambahkan, sektor pariwisata memiliki efek berganda yang luas terhadap perekonomian daerah karena mampu menggerakkan sedikitnya 17 sektor usaha, mulai dari transportasi, perhotelan, kuliner, UMKM, hingga ekonomi kreatif. Dengan semakin terbukanya akses penerbangan dan kuatnya sinergi seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara optimistis pariwisata akan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi daerah di masa mendatang.(SM)

 

Editor:NZ