NewsMetro

Pemerintah Kota Kendari Perkuat Sinergi dengan INSA, Dukung Pelayaran Jadi Motor Penggerak Ekonomi Maritim

35
×

Pemerintah Kota Kendari Perkuat Sinergi dengan INSA, Dukung Pelayaran Jadi Motor Penggerak Ekonomi Maritim

Share this article

TERAMEDIA.ID,KENDARI, – Pemerintah Kota Kendari menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dengan pelaku usaha pelayaran sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing maritim Sulawesi Tenggara. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, saat menghadiri pelantikan Ketua dan Pengurus Dewan Pengurus Cabang Indonesian National Shipowners’ Association (DPC INSA) Kendari periode 2026–2031 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), di salah satu hotel di Kota Kendari, Selasa (30/6/2026).

Pada kesempatan itu, Nini Rianti resmi dilantik sebagai Ketua DPC INSA Kendari periode 2026–2031. Pelantikan turut dihadiri jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) INSA, pelaku usaha pelayaran, unsur Forkopimda, serta berbagai pemangku kepentingan sektor kemaritiman.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Kendari menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dengan penuh integritas, profesionalisme, serta membangun kolaborasi yang kuat untuk memajukan sektor pelayaran di Kota Kendari maupun Sulawesi Tenggara.

“Pemerintah Kota Kendari menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus DPC INSA Kendari yang telah dilantik. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, dan semangat kolaborasi untuk memajukan sektor pelayaran di Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara,” ujar Sudirman.

Menurutnya, tema pelantikan bertajuk “Memperkuat Sinergi Pelayaran Nasional untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Saing Maritim Sulawesi Tenggara” sangat sejalan dengan arah pembangunan Kota Kendari yang terus mendorong penguatan sektor kemaritiman sebagai salah satu penopang ekonomi daerah.

Sudirman mengatakan, posisi geografis Kendari yang didominasi kawasan pesisir menjadi modal besar untuk mengembangkan sektor pelayaran. Laut, kata dia, bukan sekadar ruang pemisah antardaerah, melainkan penghubung yang membuka peluang investasi, perdagangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia menilai kelancaran distribusi barang dan jasa, konektivitas antarwilayah, hingga pengembangan sektor perikanan, perdagangan, industri, dan pariwisata sangat bergantung pada sistem pelayaran yang kuat, aman, dan efisien.

Karena itu, Pemerintah Kota Kendari memberikan dukungan penuh terhadap tumbuh dan berkembangnya dunia usaha pelayaran sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah.

“Kami percaya kemajuan sektor pelayaran akan memberikan efek berganda terhadap pembangunan Kota Kendari yang semakin maju, modern, dan berdaya saing,” katanya.

Wakil Wali Kota juga berharap Rapat Kerja Daerah INSA mampu melahirkan program-program yang realistis, adaptif terhadap perkembangan industri, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dunia perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu, Ketua DPC INSA Kendari, Nini Rianti, menjelaskan bahwa INSA merupakan satu-satunya organisasi pengusaha kapal niaga nasional yang diakui pemerintah. Organisasi tersebut menjadi wadah bagi perusahaan pelayaran nasional sekaligus mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan di bidang pelayaran, kepelabuhanan, logistik, dan konektivitas laut.

Meski Sulawesi Tenggara menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri nasional, khususnya sektor pertambangan nikel, Nini menilai perkembangan industri pelayaran lokal belum berjalan seiring dengan pesatnya investasi yang masuk ke daerah.

Menurutnya, hingga kini jumlah perusahaan pelayaran lokal masih sangat terbatas, sementara sebagian besar aktivitas angkutan laut masih didominasi perusahaan dari luar daerah.

Karena itu, ia berharap pemerintah dapat memberikan afirmasi kepada pelaku usaha lokal agar memiliki kesempatan yang lebih besar dalam mendukung aktivitas industri di Sulawesi Tenggara.

“Kami berharap pemerintah dapat memberikan ruang bagi pengusaha pelayaran lokal agar bisa tumbuh bersama perkembangan industri. Jangan sampai investasi besar hadir di Sulawesi Tenggara, tetapi pengusaha daerah hanya menjadi penonton,” ujarnya.

Nini juga mengungkapkan, salah satu program prioritas kepengurusan baru adalah memperluas keanggotaan INSA Kendari. Saat ini diperkirakan terdapat sekitar 20 perusahaan pelayaran di Kendari yang belum bergabung dalam organisasi tersebut. Selain itu, masih banyak perusahaan yang beroperasi di Sulawesi Tenggara tetapi terdaftar melalui kantor pusat di daerah lain.

Selain memperkuat organisasi, DPC INSA Kendari juga akan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kerja sama dengan SMK Pelayaran, Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI), hingga penjajakan kemitraan internasional agar lulusan pelayaran asal Sulawesi Tenggara memiliki peluang bekerja di perusahaan nasional maupun luar negeri.

Melalui kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan organisasi pelayaran, diharapkan sektor maritim Sulawesi Tenggara mampu berkembang lebih kompetitif sekaligus menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.(SM)