NewsMetro

Pemkot Kendari Gandeng PYC, Perkuat Program Prioritas dan Buka Peluang Kolaborasi Global

40
×

Pemkot Kendari Gandeng PYC, Perkuat Program Prioritas dan Buka Peluang Kolaborasi Global

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari terus mendorong percepatan pembangunan daerah melalui penguatan program prioritas dan kerja sama lintas sektor. Hal itu terlihat dalam pertemuan antara Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, dengan tim Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) di ruang rapat Wali Kota, Rabu (6/5/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari evaluasi rencana aksi kepala daerah yang sebelumnya disusun dalam program Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD). Sejumlah isu strategis dibahas secara mendalam, mulai dari pengelolaan sampah, penanganan banjir, hingga peningkatan layanan air minum.

Wali Kota Kendari menegaskan bahwa ketiga sektor tersebut menjadi fokus utama pemerintah kota saat ini. “Ada tiga hal yang menjadi prioritas kami, yaitu penanganan sampah, banjir, dan air minum. Ini yang paling mendesak di wilayah perkotaan,” ujarnya.

Dalam bidang persampahan, pemerintah telah mulai menjalankan berbagai langkah, termasuk sosialisasi pembangunan sistem pengolahan terpadu dari hulu hingga hilir. Salah satunya melalui proyek percontohan di tingkat kecamatan dengan sistem pengangkutan sampah langsung dari rumah warga menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Selain itu, program Bank Sampah juga terus didorong sebagai upaya mengedukasi masyarakat dalam memilah sampah bernilai ekonomi. Hingga saat ini, sekitar setengah dari total kelurahan di Kota Kendari telah memiliki Bank Sampah.

“Bank Sampah ini kita dorong di seluruh kelurahan. Masyarakat diajarkan memilah sampah, kemudian ditimbang dan memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

Meski demikian, Wali Kota mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama dalam proses pemilahan di TPA serta keterbatasan fasilitas pendukung. Target nasional terkait pengolahan sampah berbasis *waste-to-energy* juga menjadi tantangan tersendiri bagi daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga memaparkan potensi besar yang dimiliki Kota Kendari, salah satunya melalui pengembangan Kawasan Kendari Industri Terpadu (KKIT) seluas sekitar 1.500 hektare yang telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Sementara itu, perwakilan PYC, Maria Pinkan Serafien dan Nita Wartini, menyambut baik paparan yang disampaikan. Mereka menilai sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga kajian strategis sangat penting dalam mendorong solusi berbasis data dan inovasi.

Wali Kota Kendari juga menekankan pentingnya memanfaatkan momentum pelaksanaan UCLG ASPAC sebagai ruang untuk memperluas kerja sama internasional. Melalui forum tersebut, pemerintah daerah berharap dapat mengadopsi teknologi dan praktik terbaik dari negara lain.

“Kita butuh kolaborasi. Melalui UCLG, kita bisa berbagi pengalaman dan membuka peluang kerja sama, termasuk dalam hal teknologi pengelolaan sampah dan air minum,” katanya.

Ia mencontohkan, kerja sama internasional telah mulai dirasakan dalam sektor air minum melalui dukungan dari Prancis untuk revitalisasi sistem reservoir.

Hasil pertemuan ini selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) guna memperkuat implementasi rencana aksi kepala daerah. Pemerintah Kota Kendari berharap sinergi dengan PYC dapat mempercepat pencapaian target pembangunan yang berkelanjutan.

Dengan dukungan kolaborasi lintas sektor, Kendari optimistis mampu menjawab berbagai tantangan perkotaan sekaligus memanfaatkan potensi daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.(SM)