NewsMetro

Pemkot Kendari Gandeng Badan Bahasa, Perkuat Literasi dan Pelestarian Bahasa Daerah

28
×

Pemkot Kendari Gandeng Badan Bahasa, Perkuat Literasi dan Pelestarian Bahasa Daerah

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI — Upaya memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia terus didorong Pemerintah Kota Kendari melalui kerja sama strategis di bidang kebahasaan. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kota Kendari dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Kamis (30/4/2026).

Penandatanganan dilakukan Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, bersama Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin. Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa Indonesia serta bahasa daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota membacakan sambutan Wali Kota Kendari yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas level pemerintahan dalam menjaga keberlanjutan pembangunan kebahasaan. Bahasa dinilai tidak hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga fondasi pembentuk karakter dan jati diri masyarakat.

“Bahasa Indonesia harus terus kita jaga sebagai pemersatu bangsa, sementara bahasa daerah tetap dilestarikan sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan identitas lokal,” ujar Sudirman.

Ia menambahkan, keberagaman budaya yang dimiliki Kota Kendari menjadi kekuatan besar dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, upaya pelestarian bahasa daerah harus berjalan beriringan dengan peningkatan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, khususnya di ruang publik dan lingkungan pemerintahan.

Selain itu, Pemkot Kendari juga menaruh perhatian besar terhadap penguatan budaya literasi. Literasi dipandang sebagai kunci utama dalam menciptakan masyarakat yang cerdas, kritis, dan mampu bersaing di tengah perkembangan zaman.

Melalui kerja sama ini, berbagai program strategis akan dikembangkan, di antaranya pembinaan penggunaan bahasa di ruang publik, penguatan literasi berbasis budaya lokal, serta pelestarian karya sastra daerah agar tetap hidup di tengah masyarakat.

“Ini bukan sekadar kerja sama administratif, tetapi langkah nyata membangun ekosistem literasi yang kuat dan berkelanjutan di Kota Kendari,” lanjutnya.

Di sisi lain, Hafidz Muksin mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Kendari yang dinilai serius dalam mendukung pembangunan kebahasaan nasional. Ia menilai, sinergi ini menjadi contoh konkret bagaimana pemerintah daerah dapat mengambil peran aktif dalam mengarusutamakan bahasa Indonesia sekaligus melindungi bahasa daerah.

Menurutnya, terdapat tiga fokus utama dalam kerja sama ini, yaitu pengutamaan bahasa Indonesia, revitalisasi bahasa daerah, serta penguatan budaya literasi. Revitalisasi bahasa daerah menjadi agenda penting mengingat semakin berkurangnya penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda.

“Pelestarian bahasa daerah harus dimulai dari pendidikan. Generasi muda perlu didorong untuk mengenal, memahami, dan menggunakan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas mereka,” jelasnya.

Lebih lanjut, Badan Bahasa juga akan mendorong peningkatan literasi melalui penyediaan bahan bacaan berkualitas di sekolah, penguatan komunitas literasi, serta pengembangan Taman Bacaan Masyarakat. Selain itu, program Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) akan dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi berbahasa siswa dan tenaga pendidik.

Dengan adanya nota kesepakatan ini, Pemerintah Kota Kendari optimistis dapat memperkuat posisi bahasa dan sastra sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah. Tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga mendorong lahirnya generasi yang berkarakter, literat, dan siap menghadapi tantangan global.(SM)