NewsMetro

Razia Polisi PP dan Dinsos Kota Kendari di Persimpanga Amankan Anjal dan Manusia Silver

27
×

Razia Polisi PP dan Dinsos Kota Kendari di Persimpanga Amankan Anjal dan Manusia Silver

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Aktivitas anak jalanan (anjal), pengemis, pedagang asongan, hingga manusia silver di sejumlah persimpangan Kota Kendari kembali menjadi perhatian serius pemerintah. Melalui operasi gabungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Sosial Kota Kendari menggelar razia di enam titik lampu merah, Rabu (29/4/2026) malam.

Razia yang dimulai sekitar pukul 21.00 Wita itu menyasar titik-titik yang selama ini dikenal sebagai lokasi aktivitas jalanan paling padat. Di tengah arus kendaraan yang ramai, keberadaan mereka dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

Petugas tampak menyebar di beberapa persimpangan strategis, melakukan penyisiran secara terkoordinasi. Sejumlah anjal dan manusia silver yang tengah beraktivitas langsung diamankan dengan pendekatan persuasif. Meski beberapa di antaranya mencoba menghindar, upaya tersebut berhasil diantisipasi tanpa menimbulkan kericuhan.

Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, Rukmana, menegaskan bahwa razia ini bukan sekadar upaya penertiban, melainkan bagian dari penanganan sosial yang lebih luas. Pemerintah, kata dia, tidak hanya fokus pada aspek pelanggaran, tetapi juga berupaya memahami latar belakang para pelaku aktivitas jalanan.

“Pendekatan yang kami lakukan tetap humanis. Mereka akan didata dan dilakukan asesmen untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan mereka, sehingga bisa diarahkan ke program pembinaan,” ujarnya.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah individu dari berbagai kategori, termasuk seorang manusia silver yang selama ini dikenal sulit ditertibkan. Sosok tersebut kerap lolos dari razia sebelumnya karena mampu membaca situasi dan bergerak cepat di tengah lalu lintas yang padat.

Namun, pada razia kali ini, strategi yang lebih matang akhirnya membuahkan hasil. Petugas berhasil mengantisipasi pergerakan yang bersangkutan dan mengamankannya tanpa mengganggu arus kendaraan secara signifikan.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara Satpol PP dan Dinas Sosial berjalan efektif. Satpol PP berperan dalam menegakkan ketertiban umum, sementara Dinas Sosial menindaklanjuti dengan proses pembinaan dan pemberdayaan.

Setelah diamankan, para anjal, pengemis, dan manusia silver akan dibawa untuk pendataan lebih lanjut. Pemerintah akan menentukan langkah penanganan sesuai kondisi masing-masing, termasuk kemungkinan mengikuti program pelatihan atau bantuan sosial.

Di sisi lain, Satpol PP menegaskan bahwa jalan raya tidak boleh dijadikan ruang untuk aktivitas yang mengganggu ketertiban. Penertiban akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga fungsi jalan sebagai fasilitas publik yang aman dan tertib.

Pemerintah Kota Kendari juga mengimbau masyarakat agar tidak memberikan uang kepada anjal atau manusia silver di jalan. Kebiasaan tersebut dinilai justru memperpanjang siklus keberadaan mereka di ruang publik tanpa solusi yang jelas.

Melalui razia ini, Pemkot Kendari berharap dapat menekan aktivitas jalanan yang berisiko, sekaligus membuka jalan bagi penanganan yang lebih berkelanjutan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan kota yang tertib, aman, dan memiliki sistem perlindungan sosial yang lebih baik bagi warganya.

Penertiban di persimpangan tersebut sekaligus menggambarkan bahwa persoalan sosial di perkotaan tidak bisa diselesaikan dengan satu pendekatan saja. Diperlukan keseimbangan antara penegakan aturan dan kepedulian sosial, agar solusi yang dihasilkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.(SM)