NewsMetro

LKPJ 2025 Jadi Momentum Evaluasi, Pemkot Kendari Fokus Benahi Sampah, Banjir, dan Infrastruktur

30
×

LKPJ 2025 Jadi Momentum Evaluasi, Pemkot Kendari Fokus Benahi Sampah, Banjir, dan Infrastruktur

Share this article

TERAMEDIA.ID,KENDARI – Pemerintah Kota Kendari menjadikan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 sebagai momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pembangunan daerah. Hal ini ditegaskan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, dalam rapat paripurna DPRD, Selasa (28/4/2026).

Dalam forum tersebut, pemerintah kota menerima sejumlah rekomendasi strategis dari DPRD yang menyoroti berbagai sektor krusial, mulai dari pengelolaan lingkungan, infrastruktur, hingga pelayanan publik. Rekomendasi tersebut dinilai sebagai bahan evaluasi penting untuk memperbaiki kualitas penyelenggaraan pemerintahan ke depan.

Wali Kota Kendari menyampaikan apresiasi kepada DPRD atas pembahasan LKPJ yang telah dilakukan secara komprehensif. Menurutnya, proses ini bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

“Rekomendasi DPRD menjadi masukan berharga bagi kami untuk terus berbenah. Kami menyadari masih ada sejumlah sektor yang perlu ditingkatkan agar pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah persoalan persampahan. Pemerintah kota menilai pengelolaan sampah masih perlu ditingkatkan, baik dari sisi sistem, regulasi, maupun pengawasan di lapangan. Penanganan sampah ke depan akan diarahkan pada pendekatan yang lebih terintegrasi, termasuk peningkatan kesadaran masyarakat dan optimalisasi fasilitas pendukung.

Selain itu, pengendalian banjir juga menjadi prioritas yang tidak bisa ditunda. Pemkot Kendari berkomitmen memperbaiki sistem drainase kota, melakukan normalisasi sungai, serta memastikan pembangunan infrastruktur pengendali banjir berjalan lebih terencana dan berkelanjutan. Upaya ini dinilai penting mengingat banjir masih menjadi salah satu persoalan yang kerap terjadi di sejumlah wilayah.

Di sektor infrastruktur, pemerintah kota akan memfokuskan pembangunan pada peningkatan kualitas jalan, penyediaan air bersih, serta penataan kawasan permukiman, terutama di wilayah pinggiran yang masih membutuhkan perhatian serius. Perbaikan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Pemkot Kendari tetap optimistis dapat menjalankan program prioritas melalui strategi inovatif dan kolaboratif. Penguatan kerja sama dengan pemerintah pusat, sektor swasta, serta pemanfaatan skema pembiayaan alternatif menjadi langkah yang terus didorong.

Selain pembenahan fisik, pemerintah juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik. Digitalisasi layanan melalui sistem terpadu terus dikembangkan guna memberikan kemudahan, kecepatan, dan kepastian bagi masyarakat dalam mengakses berbagai layanan pemerintahan.

Wali Kota menegaskan komitmennya untuk menjadikan rekomendasi DPRD sebagai pijakan utama dalam merumuskan kebijakan ke depan. Ia memastikan setiap program akan diarahkan pada hasil yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Ke depan, kami ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya terlihat dalam angka, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ini yang menjadi komitmen kami,” tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, Wali Kota mengajak seluruh elemen, mulai dari DPRD, perangkat daerah, hingga masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun Kota Kendari. Dengan kolaborasi yang solid, diharapkan berbagai tantangan pembangunan dapat diatasi secara bertahap, sehingga Kendari mampu tumbuh menjadi kota yang lebih maju, nyaman, dan berkelanjutan.

DPRD Kota Kendari sebelumnya menilai masih terdapat kesenjangan antara perencanaan dan realisasi program. Sejumlah catatan diberikan, termasuk perlunya peningkatan efektivitas anggaran, penguatan sektor ekonomi, serta pemerataan pembangunan. Kritik tersebut diharapkan menjadi pendorong bagi pemerintah untuk melakukan transformasi kinerja yang lebih konkret.(SM)

Editor:DN