NewsMetro

Uji Alir Sumur JIAT di Labibia, 35 Hektare Sawah Bakal Berproduksi Kembali

24
×

Uji Alir Sumur JIAT di Labibia, 35 Hektare Sawah Bakal Berproduksi Kembali

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Harapan baru bagi petani di Kelurahan Labibia, Kecamatan Mandonga, mulai terlihat setelah Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV melakukan uji coba pengaliran Sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), Senin (20/4/2026).

Uji coba ini turut dihadiri perwakilan BWS Sulawesi IV, Dinas Pertanian Kota Kendari, pemerintah kelurahan, aparat keamanan, serta para ketua kelompok tani. Lurah Labibia, Rahman, menyampaikan bahwa keberadaan JIAT menjadi solusi yang telah lama dinantikan petani setempat.

Selama ini, puluhan hektare sawah di wilayah tersebut bergantung pada curah hujan. Kondisi ini membuat petani hanya bisa menanam pada musim tertentu, dengan hasil yang belum maksimal.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Imran Ismail, menjelaskan bahwa sumur JIAT yang dibangun merupakan satu unit infrastruktur irigasi yang dikerjakan sejak Oktober 2025 dan selesai pada Desember 2025.

“Rencananya, penyerahan akan dilakukan langsung oleh Kepala Balai kepada Wali Kota Kendari pada akhir bulan ini,” ujarnya.

Imran menambahkan, di lokasi tersebut terdapat satu kelompok tani yang beranggotakan 18 orang dengan luas lahan sekitar 35 hektare. Dengan hadirnya JIAT, seluruh lahan tersebut kini berpotensi mendapatkan suplai air yang lebih stabil.

JIAT merupakan sistem pengairan yang memanfaatkan air tanah dalam melalui sumur bor yang dipompa untuk mengairi lahan pertanian. Teknologi ini menjadi alternatif efektif di wilayah dengan keterbatasan sumber air permukaan.

Melalui sistem ini, petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada musim hujan. Intensitas tanam dapat ditingkatkan, bahkan memungkinkan panen lebih dari satu kali dalam setahun.

Selain meningkatkan produktivitas, kehadiran JIAT juga diharapkan mampu menekan risiko gagal panen akibat kekeringan, sekaligus meningkatkan pendapatan petani. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pemerintah Kota Kendari menilai pengembangan irigasi berbasis air tanah seperti ini memiliki prospek besar untuk diperluas ke wilayah lain yang memiliki karakteristik serupa. Dengan demikian, sektor pertanian di daerah dapat berkembang lebih stabil dan berkelanjutan.

Uji coba yang berjalan lancar ini menjadi langkah awal menuju pemanfaatan penuh fasilitas JIAT, sekaligus membuka peluang bagi petani Labibia untuk meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan di masa mendatang.(SM)