NewsMetro

Dokter Kendari Diminta Aktif Mengawal Perbaikan Layanan Kesehatan, Andi Edi Surahmat Pimpin IDI 2025–2028

×

Dokter Kendari Diminta Aktif Mengawal Perbaikan Layanan Kesehatan, Andi Edi Surahmat Pimpin IDI 2025–2028

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Kepengurusan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Kendari periode 2025–2028 resmi dilantik pada Minggu (15/3/2026). Kepengurusan baru tersebut dipimpin oleh Andi Edi Surahmat sebagai Ketua IDI Kota Kendari.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua IDI Sulawesi Tenggara, LD Rambiul Awal, dan turut dihadiri Wali Kota Kendari Siska Karina Imran yang juga bertindak sebagai Dewan Penasehat organisasi profesi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Kendari menekankan pentingnya peran dokter dalam memperkuat pelayanan kesehatan di daerah. Ia mengingatkan bahwa organisasi profesi seperti IDI memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Amanah ini bukan hanya kepercayaan organisasi, tetapi juga tanggung jawab besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Kendari,” ujar Siska.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Kendari saat ini tengah menjalankan sejumlah program prioritas di bidang kesehatan, di antaranya penguatan layanan kesehatan primer, peningkatan fasilitas kesehatan, percepatan penanganan stunting, serta program cek kesehatan gratis yang merupakan bagian dari program strategis nasional.

Menurutnya, capaian pelaksanaan cek kesehatan gratis di Kota Kendari saat ini telah mencapai sekitar 73 hingga hampir 74 persen. Angka tersebut melampaui standar nasional yang menargetkan minimal 36 persen pelaksanaan di setiap daerah.

“Kita bahkan menargetkan capaian program ini bisa mendekati 90 persen. Karena bagi saya kesehatan adalah hal utama. Tanpa kesehatan, kita tidak bisa menjalankan apa pun,” tegasnya.

Siska juga menyinggung kondisi Rumah Sakit Kota Kendari yang saat ini sedang menjalani proses pembenahan manajemen. Pemerintah kota, kata dia, tengah melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki berbagai persoalan yang selama ini terjadi di rumah sakit tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa di balik laporan pendapatan rumah sakit yang terlihat besar, terdapat sejumlah persoalan internal yang perlu segera diselesaikan, termasuk beban utang yang cukup tinggi.

“Kalau tidak kita benahi sekarang, tiga tahun ke depan rumah sakit ini bisa kolaps. Makanya kita harus jujur melihat persoalan yang ada dan memperbaikinya bersama-sama,” ujarnya.

Siska meminta para dokter melalui organisasi IDI untuk aktif memberikan masukan kepada pemerintah terkait perbaikan layanan kesehatan, mulai dari manajemen rumah sakit, kebutuhan tenaga medis, hingga pengadaan peralatan medis.

“Kalau ada kebutuhan peralatan atau persoalan di pelayanan kesehatan, silakan disampaikan. Kami butuh masukan dari para dokter,” katanya.

Ketua IDI Sulawesi Tenggara, LD Rambiul Awal, menegaskan bahwa profesi dokter tidak dapat bekerja sendiri dalam sistem pelayanan kesehatan. Menurutnya, keberhasilan pelayanan medis sangat bergantung pada kerja sama tim dan dukungan berbagai profesi kesehatan lainnya.

Ia mencontohkan bahwa dalam praktik di rumah sakit, seorang dokter tidak bisa menjalankan tindakan medis tanpa dukungan tenaga kesehatan lain serta sistem pelayanan yang berjalan baik.

“Dokter sehebat apa pun tidak bisa bekerja sendiri. Dalam pelayanan kesehatan kita membutuhkan kolaborasi yang kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IDI Kota Kendari Andi Edi Surahmat menyampaikan bahwa kepengurusan yang baru dilantik mendapat amanah dari sekitar 600 anggota IDI di Kota Kendari untuk menjalankan roda organisasi.

Ia berharap IDI dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung berbagai program kesehatan di Kota Kendari.

“Kami siap menjadi pendamping pemerintah dalam menjalankan program-program kesehatan di daerah,” ujarnya.

Menurutnya, kepengurusan IDI Kota Kendari ke depan akan merumuskan berbagai program kerja melalui rapat kerja organisasi. Fokus utama adalah memperkuat peran dokter dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Dengan kepengurusan baru tersebut, IDI Kota Kendari diharapkan dapat berkontribusi lebih aktif dalam pembangunan sektor kesehatan serta memperkuat kolaborasi antara tenaga medis, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan di daerah.