NewsMetroPolitik

Jelang Pilkada, KPU Kendari Sortir dan Lipat Ribuan Lembar Surat Suara

872
×

Jelang Pilkada, KPU Kendari Sortir dan Lipat Ribuan Lembar Surat Suara

Share this article

 

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Tahapan menuju penyelenggaraan Pilkada serentak 2024 tengah berlangsung, dan untuk saat ini sedang berada pada masa kampanye. Setelah masa kampanye, maka akan berlangsung masa tenang hingga hari pemungutan suara.

Jadwal pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2024 telah diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tahapan dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024. Sesuai dengan peraturan tersebut, pemungutan suara Pilkada Serentak 2024 akan dilaksanakan pada Rabu, 27 November 2024.

Menghitung hari menjelang pemungutan suara di lakukan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai melakukan sortir dan pelipatan sebanyak 491.816 lembar surat suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2024.

Ketua KPU Kota Kendari, Jumwal Shaleh, mengatakan bahwa ribuan surat suara yang disortir dan lipat tersebut melibatkan 100 orang yang dilaksanakan di gedung logistik KPU Kota Kendari.

“Sedangkan untuk target diselesaikan selama 4 hari,” katanya, Kamis (7/11/2024).

Penyortiran dan pelipatan 491.816 surat suara tersebut, terdiri dari 125 koli dengan isi sekitar 246.908 lembar surat suara untuk pemilihan walikota dan wakil walikota Kendari.

Sementara, surat suara untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra sebanyak 124 koli atau sekitar 244.908 lembar.

“Kenapa pemilihan gubernur sedikit, karena untuk pemilihan walikota Kendari itu sudah termasuk surat suara untuk Pemilihan Suara Ulang (PSU), yaitu 1 koli atau 2.000 lembar,” ujarnya.

Penyortiran dan pelipatan tersebut guna memastikan ribuan surat suara itu dalam keadaan baik untuk digunakan pada saat Pilkada serentak mendatang, yaitu pada 27 November 2024.

“Dan juga untuk memastikan bahwa jumlah surat suara tersebut kurang atau tidak,” ucap Jumwal.

Pada pemilihan walikota dan Wakil walikota Kendari diikuti lima pasangan calon. Mereka adalah pasangan Siska Karina Imran-Sudirman nomor urut 1, Yudhi Mahardika-Nirna Lachmuddin nomor urut 2, Sitya Giona Nur Alam-Subha nomor urut 3, Aksan Jaya Putra-Andi Sulolipu nomor urut 4, dan pasangan Abdul Razak-Afdhal nomor urut 5.

Sedangkan untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sultra diikuti empat pasangan calon, yaitu pasangan nomor urut 1 Ruksamin-Sjafei Kahar, nomor urut 2 Andi Sumangerukka-Hugua, nomor urut 3 Lukman Abunawas-La Ode Ida, dan nomor urut 4 Tina Nur Alam-Ihsan Taufik Ridwan. (ST).

 

Editor:NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News