NewsMetro

HMI Komisariat Teknik UHO, diskusi bersama Pemkot, bahas terkait Sdgs di Kendari

311
×

HMI Komisariat Teknik UHO, diskusi bersama Pemkot, bahas terkait Sdgs di Kendari

Share this article

 

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI – Himpunan Mahasiswa Komisariat (HMI) Teknik Universitas Haluoleo (UHO), gelar diskusi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bahas Sustainable Development Goals (Sdgs) , di Hotel Athaya, Pada Senin (18/7/2022).

Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Kota Kendari Haslita, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (Aji) Kendari Rosniati Fikri Tahir, Ketua KNPI Kendari Filsafat Alamsyah, Sekjen Kendari Kreatif Ilman Ilahiyyat, dan Akademisi Muhammad Taswin Munier.

Kabid Sosbud Bappeda Kota Kendari Haslita Mengatakan, Terima kasih kepada HMI Komisariat Teknik UHO telah melibatkan Pemkot dalam Diskusi bersama membahas tentang Sdgs di kota Kendari.

” Saya dari pemerintah kota sangat berterima kasih sekali, karena kegiatan ini membahas tentang bagaiamana perkembangan sdgs, karena kebetulan kami dalam waktu dekat ini kami mengevaluasi sdgs, bagaimana keberhasilan dan apa apa yang sudah kami lakukan dalam menunjang untuk keberhasilan sdgs ini dalam kota Kendari ” Kata Haslita

Lanjutnya, sdgs atau pembangunan keberlanjutan bukan hanya pemerintah saja tetapi semua harus terlibat didalamnya.

” Pembangunan itu bukan hanya pemerintah saja, baik swasta, individu dan sebagainya itu semua terlibat, satu contoh bagaiamana terjadinya pendidikan yang berkualitas semua harus terlibat, Perguruan tinggi, perbankan, perseorangan, Lsm dan bahkan Organisasi ” Jelasnya.

Sementara itu Ketua Panitia SeminarSeminar Sintawati, menjelaskan tujuan dari Seminar forum diskusi terkait sdgs, untuk melihat perkembangannya sejauh mana pembangunan berkelanjutan di daerah.

” Kami mau tampil beda, yaitu kami adakan Seminar dimana membahas 17 point sdgs, namun kami Kerucutkan menjadi 5 point saja yakni pentahiris collaboration Baik dari pemerintah, pendidikan, Umkm, Media dan tokoh masyarakat “. Tutupnya

 

Reza/teramedia.id

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News